Adab Bertetangga Dekat Rumah, Dekat Tanggung Jawab
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Adab Bertetangga
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Adab bertetangga adalah bagian dari kesempurnaan iman. Seorang muslim tidak cukup hanya baik di masjid, tetapi buruk kepada tetangga. Tidak cukup hanya lembut di majelis, tetapi kasar kepada orang yang tinggal di samping rumah. Tetangga punya hak untuk merasa aman dari gangguan kita, mendapat kebaikan dari kita, dan tidak dizalimi oleh lisan maupun perbuatan kita.
Rumah yang diberkahi bukan hanya rumah yang banyak ibadah di dalamnya, tetapi juga rumah yang kehadirannya tidak menyakiti lingkungan. Suara tidak mengganggu, sampah tidak merugikan, kendaraan tidak menutup jalan, lisan tidak menyebar aib, dan hati mudah peduli saat tetangga membutuhkan bantuan.
Allah berfirman:
"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang miskin, tetangga dekat, dan tetangga jauh." (QS. An-Nisa: 36)
1. Tetangga Memiliki Hak yang Besar
Saudaraku kaum muslimin,
Tetangga memiliki hak yang sangat besar sampai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyampaikan bahwa Jibril terus-menerus berwasiat tentang tetangga. Ini menunjukkan bahwa Islam tidak ingin umatnya hidup sendiri-sendiri tanpa peduli lingkungan.
Bertetangga bukan hanya urusan dekat rumah, tetapi dekat tanggung jawab. Kita dituntut menghormati, menyapa, menolong, tidak mengganggu, dan menjaga kehormatan tetangga. Jangan sampai orang yang jauh memuji akhlak kita, tetapi tetangga sendiri merasa terganggu oleh perilaku kita.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Jibril senantiasa berwasiat kepadaku tentang tetangga, sampai aku mengira bahwa tetangga akan mendapat bagian warisan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dekat pagar berarti dekat tanggung jawab.
Tetangga adalah ujian nyata dari keindahan akhlak seorang mukmin.
2. Jangan Mengganggu Tetangga
Jamaah yang dirahmati Allah,
Hak pertama tetangga adalah selamat dari gangguan kita. Jangan ganggu dengan suara yang berlebihan, ucapan yang menyakitkan, sampah yang mengotori, hewan yang merusak, parkir yang menghalangi, bau yang mengganggu, atau perilaku yang membuat tetangga tidak nyaman.
Gangguan kepada tetangga sering dianggap kecil, padahal sangat berat dalam agama. Seseorang bisa terlihat rajin ibadah, tetapi bila tetangganya tidak aman dari keburukannya, maka ada bahaya besar dalam imannya. Maka sebelum menilai jauh ibadah kita, lihatlah apakah tetangga merasa aman dengan keberadaan kita.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Ditanya, 'Siapa wahai Rasulullah?' Beliau menjawab, 'Orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.'" (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Peduli Saat Tetangga Membutuhkan
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Adab bertetangga tidak berhenti pada tidak mengganggu. Lebih dari itu, seorang muslim dianjurkan peduli dan berbuat baik. Bila tetangga sakit, jenguklah. Bila tertimpa musibah, hiburlah. Bila kekurangan makanan, bantulah. Bila sedang berduka, ringankanlah. Bila punya hajat, doakan dan dukunglah semampunya.
Jangan sampai kita kenyang sementara tetangga dekat dalam keadaan lapar. Jangan sampai kita berlebih dalam makanan, tetapi tidak peduli dengan rumah sebelah yang sedang kesulitan. Rezeki yang Allah titipkan kepada kita bisa menjadi jalan pahala bila dibagi kepada orang yang dekat dengan kita.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Bukanlah seorang mukmin yang kenyang sementara tetangganya lapar di sampingnya." (HR. Al-Baihaqi)
Kadang sepiring makanan, satu sapaan, sedikit bantuan, atau doa yang tulus sudah menjadi kebaikan besar di sisi Allah.
4. Jaga Lisan dari Aib Tetangga
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Karena dekat, kita mungkin mengetahui banyak hal tentang tetangga. Kita melihat kekurangannya, mendengar kabarnya, mengetahui masalah keluarganya, atau menyaksikan sesuatu yang tidak diketahui orang lain. Semua itu harus dijaga dengan amanah.
Jangan jadikan aib tetangga sebagai bahan obrolan. Jangan sebarkan kekurangan rumah tangga orang lain. Jangan mudah berburuk sangka. Jangan membuat kampung panas dengan cerita yang belum jelas. Tetangga yang baik bukan yang paling banyak tahu rahasia orang, tetapi yang paling bisa menjaga kehormatan orang.
Allah berfirman:
"Janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain." (QS. Al-Hujurat: 12)
5. Tetangga Baik Menjadi Sumber Ketenangan
Jamaah yang dirahmati Allah,
Betapa indah hidup bila lingkungan dipenuhi tetangga yang saling menghormati. Saling menyapa, saling menolong, saling menjaga keamanan, saling mendoakan, saling menutup aib, dan saling memaafkan bila ada salah. Lingkungan seperti ini adalah nikmat yang sangat besar.
Jadilah tetangga yang kehadirannya membuat orang merasa aman. Bila hadir membawa sejuk. Bila berbicara membawa manfaat. Bila melihat kekurangan, ia menasihati dengan adab atau menutupinya. Bila ada musibah, ia datang membantu. Bila ada kegembiraan, ia ikut mendoakan.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya." (HR. Bukhari dan Muslim)
tetapi bagian dari iman kepada Allah dan hari akhir.
Tetangga yang dimuliakan akan menjadi saksi akhlak kita di dunia.
Penutup Muhasabah
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Mari kita periksa diri. Apakah tetangga kita aman dari lisan dan perbuatan kita? Apakah kita pernah mengganggu mereka tanpa merasa bersalah? Apakah kita peduli saat mereka kesulitan? Apakah kita menjaga aib mereka? Apakah kehadiran kita menjadi ketenangan atau justru keresahan bagi lingkungan?
Jangan sampai kita sibuk mencari pahala jauh, tetapi melalaikan hak orang yang paling dekat. Tetangga adalah ladang amal harian. Di sana ada pahala sapaan, pahala bantuan, pahala menahan gangguan, pahala menutup aib, pahala memaafkan, dan pahala memuliakan manusia karena Allah.
Jauhkan lisan dan perbuatan kami dari menyakiti tetangga.
Lembutkan hati kami untuk peduli, menolong, dan memaafkan.
Tutupilah aib tetangga kami sebagaimana kami berharap Engkau menutupi aib kami.
Jadikan lingkungan kami lingkungan yang aman, rukun, penuh kasih sayang, dan diberkahi.
Sebab dekat rumah berarti dekat tanggung jawab, dan memuliakan tetangga adalah bagian dari kesempurnaan iman.
Semoga Allah memperbaiki akhlak kita kepada tetangga, menjaga kerukunan lingkungan kita, menjauhkan kita dari kezaliman sosial, dan memanggil kita kelak dalam keadaan husnul khatimah.
Khutbah Kedua
Semoga Bermanfaat bagi Ummat
SIPULANA Digital Khutbah Kit