Allah Tidak Pernah Menutup Pintu Taubat
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Allah Tidak Pernah Menutup Pintu Taubat
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Di antara rahmat Allah yang sangat luas adalah Dia membuka pintu taubat bagi hamba-Nya. Allah tidak langsung menghukum setiap kali kita salah. Allah tidak memutus harapan ketika kita tergelincir. Allah masih memberi napas, memberi waktu, memberi kesempatan, agar kita kembali kepada-Nya.
Betapa banyak manusia yang jauh, tetapi Allah masih memanggilnya. Betapa banyak manusia yang lalai, tetapi Allah masih membangunkannya. Betapa banyak manusia yang berdosa, tetapi Allah masih menunggu taubatnya.
Allah berfirman:
"Bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung." (QS. An-Nur: 31)
1. Pintu Taubat Terbuka Siang dan Malam
Saudaraku kaum muslimin,
Rahmat Allah tidak seperti pintu manusia. Pintu manusia bisa tertutup karena bosan, marah, kecewa, atau lelah. Tetapi pintu taubat Allah terbuka bagi siapa pun yang datang dengan penyesalan dan kejujuran.
Jangan tunggu diri menjadi sempurna untuk datang kepada Allah. Justru karena kita lemah, kita harus datang. Justru karena kita berdosa, kita harus mengetuk pintu ampunan-Nya.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari agar orang yang berbuat buruk pada siang hari bertaubat, dan membentangkan tangan-Nya pada siang hari agar orang yang berbuat buruk pada malam hari bertaubat." (HR. Muslim)
2. Jangan Tertipu oleh Kata “Nanti”
Jamaah yang dirahmati Allah,
Banyak manusia kalah bukan karena tidak tahu kebenaran, tetapi karena terlalu sering menunda. Ia tahu shalat itu wajib, tetapi berkata nanti. Ia tahu dosa harus ditinggalkan, tetapi berkata nanti. Ia tahu taubat harus disegerakan, tetapi berkata nanti.
Padahal kematian tidak pernah memberi kabar sebelum datang. Ia tidak bertanya apakah urusan dunia kita sudah selesai. Ia tidak menunggu apakah taubat kita sudah siap. Bila ajal datang, kesempatan amal tertutup.
Allah berfirman:
"Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, 'Ya Tuhanku, kembalikanlah aku, agar aku dapat beramal saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.'" (QS. Al-Mu'minun: 99-100)
3. Taubat Mengubah Arah Hidup
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Taubat bukan hanya ucapan di lisan. Taubat adalah perubahan arah hidup. Dari lalai menuju ingat. Dari maksiat menuju taat. Dari keras hati menuju lembut. Dari jauh menuju dekat kepada Allah.
Taubat yang benar dimulai dengan menyesal, meninggalkan dosa, bertekad tidak kembali, dan memperbaiki amal. Bila dosa itu berhubungan dengan manusia, maka disempurnakan dengan meminta maaf atau mengembalikan hak yang pernah diambil.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa." (HR. Ibnu Majah)
Taubat adalah awal dari hidup yang diperbaiki.
Taubat bukan tanda kehinaan.
Taubat adalah tanda bahwa Allah masih menginginkan kebaikan untuk hamba-Nya.
4. Jangan Malu Kembali kepada Allah
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Ada orang yang malu kembali kepada Allah karena merasa dosanya terlalu banyak. Padahal malu yang benar adalah malu bila terus menjauh padahal Allah masih membuka pintu. Malu yang benar adalah malu bila nikmat terus kita terima, tetapi taubat terus kita tunda.
Allah lebih mengetahui dosa kita daripada diri kita sendiri, namun Allah tetap memanggil kita untuk kembali. Maka jangan biarkan setan menjadikan rasa malu sebagai penghalang taubat.
Allah berfirman:
"Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah." (QS. Az-Zumar: 53)
5. Bertaubatlah Sebelum Pintu Ditutup
Jamaah yang dirahmati Allah,
Pintu taubat terbuka luas, tetapi tidak selamanya untuk setiap orang. Ia tertutup ketika ajal telah sampai. Ia tertutup ketika ruh berada di tenggorokan. Maka selama hari ini kita masih hidup, selama lidah masih bisa istighfar, selama kaki masih bisa melangkah ke masjid, jangan tunda.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai di tenggorokan." (HR. Tirmidzi)
Perbaiki satu shalat.
Tinggalkan satu dosa.
Basahi lisan dengan istighfar.
Minta maaf kepada yang pernah disakiti.
Jangan menunggu sempurna untuk kembali, karena taubat adalah jalan menuju perbaikan.
Penutup Muhasabah
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Mungkin kita pernah jauh. Mungkin kita pernah keras hati. Mungkin kita pernah menunda shalat, meremehkan dosa, dan terlalu lama bermain-main dengan dunia. Namun hari ini Allah masih memberi kita kesempatan.
Jangan kita yang menutupnya dengan putus asa.
Allah masih memberi umur.
Jangan kita sia-siakan dengan terus menunda.
Allah masih memanggil pulang.
Jangan kita terus menjauh dari-Nya.
Semoga taubat kita diterima sebelum ajal datang menjemput.
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, menerima taubat kita, melembutkan hati kita, memperbaiki amal kita, menutup aib kita, dan memanggil kita kelak dalam keadaan husnul khatimah.
Khutbah Kedua
Semoga Bermanfaat bagi Ummat
SIPULANA Digital Khutbah Kit