Cinta Allah Lebih Luas dari Dosa Kita
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Cinta Allah Lebih Luas dari Dosa Kita
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Di antara rahmat Allah yang paling besar adalah Dia tidak menutup pintu bagi hamba yang ingin kembali. Allah tidak menolak orang yang datang membawa penyesalan. Allah tidak mengusir hamba yang pulang membawa air mata taubat.
Sering kali manusia merasa dosanya terlalu banyak. Ia malu untuk kembali. Ia merasa sudah terlalu jauh. Padahal ampunan Allah lebih besar daripada kesalahan kita, dan cinta Allah kepada hamba yang bertaubat lebih agung daripada dugaan kita.
Allah berfirman:
"Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah." (QS. Az-Zumar: 53)
1. Jangan Berputus Asa Karena Dosa
Saudaraku kaum muslimin,
Salah satu tipu daya setan adalah membuat manusia berputus asa setelah berdosa. Setan membisikkan, “Engkau sudah terlalu kotor. Engkau tidak pantas kembali. Taubatmu tidak akan diterima.”
Padahal Allah membuka pintu taubat siang dan malam. Selama nyawa belum sampai di tenggorokan, selama matahari belum terbit dari barat, selama seseorang masih hidup dan mau kembali, pintu ampunan Allah masih terbuka.
Allah berfirman:
"Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya." (QS. Az-Zumar: 53)
2. Allah Mencintai Orang yang Bertaubat
Jamaah yang dirahmati Allah,
Di antara kabar paling indah bagi seorang hamba adalah bahwa Allah mencintai orang yang bertaubat. Bukan hanya menerima taubatnya, tetapi mencintai hamba yang membersihkan dirinya dan kembali kepada-Nya.
Allah berfirman:
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri." (QS. Al-Baqarah: 222)
Maka jangan malu kembali kepada Allah. Yang harus kita malu adalah ketika terus-menerus menjauh, padahal pintu rahmat-Nya masih terbuka.
- Bila pernah jauh dari shalat, kembalilah.
- Bila pernah lalai dari Al-Qur'an, kembalilah.
- Bila pernah menyakiti orang lain, mintalah maaf.
- Bila pernah tenggelam dalam dosa, mulailah istighfar.
- Bila hati terasa keras, lembutkan dengan taubat.
3. Taubat adalah Bukti Cinta kepada Allah
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Taubat bukan hanya tanda takut kepada siksa Allah. Taubat juga tanda cinta kepada Allah. Orang yang bertaubat seakan berkata, “Ya Allah, aku tidak ingin jauh dari-Mu. Aku ingin kembali kepada ridha-Mu.”
Taubat bukan hanya ucapan lisan. Taubat adalah perubahan arah hidup: dari lalai menuju ingat, dari maksiat menuju taat, dari sombong menuju tunduk, dari gelap menuju cahaya.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Setiap anak Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang banyak bertaubat." (HR. Tirmidzi)
Orang baik adalah orang yang ketika salah, ia sadar.
Ketika jatuh, ia bangkit.
Ketika jauh, ia pulang.
Dan ketika berdosa, ia tidak berhenti mengetuk pintu ampunan Allah.
4. Jangan Menunda Jalan Pulang
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Banyak orang menunda taubat karena merasa masih punya waktu. Ia berkata, “Nanti kalau sudah tua.” “Nanti kalau hati sudah siap.” Padahal tidak ada yang tahu kapan kematian datang menjemput.
Jangan menunggu sempurna untuk kembali kepada Allah. Mulailah dari langkah kecil yang jujur: satu shalat yang diperbaiki, satu dosa yang ditinggalkan, satu istighfar yang diucapkan dengan hati.
Allah berfirman:
"Bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung." (QS. An-Nur: 31)
5. Rahmat Allah Mengalahkan Segalanya
Jamaah yang dirahmati Allah,
Jangan ukur rahmat Allah dengan sempitnya perasaan kita. Jangan ukur ampunan Allah dengan buruknya masa lalu kita. Allah Maha Luas rahmat-Nya. Dia mampu mengubah pendosa menjadi ahli taubat dan mengubah masa lalu yang gelap menjadi jalan menuju cahaya.
Bila manusia mengingat kesalahan kita, Allah menerima taubat kita.
Bila manusia merendahkan masa lalu kita, Allah mampu mengangkat derajat kita dengan ampunan-Nya.
Maka jangan takut untuk kembali. Jangan malu untuk menangis di hadapan Allah. Jangan ragu untuk memulai hidup baru. Sebab cinta Allah lebih luas dari dosa kita.
Penutup Muhasabah
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Mungkin kita pernah jauh. Mungkin kita pernah lalai. Mungkin kita pernah melakukan dosa yang membuat hati kita malu mengingatnya. Tetapi hari ini kita masih hidup. Hari ini pintu taubat belum tertutup.
Pulanglah membawa harapan.
Jangan pulang merasa Allah jauh.
Pulanglah dengan keyakinan bahwa Allah dekat kepada hamba yang kembali.
Cinta Allah lebih luas dari dosa kita.
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, menerima taubat kita, melembutkan hati kita, menutup aib kita, memperbaiki akhir hidup kita, dan memanggil kita kelak dalam keadaan husnul khatimah.
Khutbah Kedua
Semoga Bermanfaat bagi Ummat
SIPULANA Digital Khutbah Kit