Diamnya Kubur dan Ramainya Penyesalan
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Diamnya Kubur dan Ramainya Penyesalan
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Kubur adalah tempat pertama dari perjalanan akhirat. Di sana tidak ada lagi tawa teman, tidak ada lagi pujian manusia, tidak ada lagi suara pasar, tidak ada lagi sibuk pekerjaan, tidak ada lagi alasan untuk menunda taubat.
Ketika seseorang dimasukkan ke dalam kubur, manusia pulang meninggalkannya. Yang dahulu mengantar hanya sampai pemakaman. Yang dahulu mencintai hanya bisa menangis sebentar. Yang dahulu sibuk bersama kita tidak dapat menemani. Yang tersisa hanyalah amal.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Mayit diikuti oleh tiga perkara; dua kembali dan satu tetap bersamanya. Keluarganya, hartanya, dan amalnya mengikutinya. Keluarga dan hartanya kembali, sedangkan amalnya tetap bersamanya." (HR. Bukhari dan Muslim)
1. Kubur Mengakhiri Semua Kesibukan Dunia
Saudaraku kaum muslimin,
Selama hidup, manusia sangat sibuk. Sibuk mencari rezeki, sibuk mengejar cita-cita, sibuk menjaga nama, sibuk memperindah rumah, sibuk menambah harta. Semua itu tidak salah selama halal dan tidak melalaikan. Tetapi celakalah bila kesibukan dunia membuat kita lupa kepada Allah.
Sebab suatu hari semua kesibukan itu akan berhenti. Tidak ada lagi pekerjaan yang bisa diselesaikan. Tidak ada lagi pesan yang bisa dibalas. Tidak ada lagi harta yang bisa dihitung. Tidak ada lagi waktu untuk memperbaiki shalat yang ditinggalkan.
Allah berfirman:
"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati." (QS. Ali 'Imran: 185)
2. Penyesalan Terbesar adalah Menunda Taubat
Jamaah yang dirahmati Allah,
Di antara penyesalan yang paling ramai dalam hati adalah penyesalan karena menunda taubat. Ketika hidup, seseorang berkata, “Nanti.” Nanti kalau sudah tua. Nanti kalau sudah tenang. Nanti kalau urusan dunia selesai. Tetapi kematian datang sebelum kata “nanti” berubah menjadi amal.
Betapa rugi orang yang diberi waktu, tetapi tidak dipakai untuk kembali. Diberi tubuh, tetapi tidak dipakai untuk sujud. Diberi lisan, tetapi jarang dipakai untuk istighfar. Diberi kesempatan, tetapi terus-menerus menunda.
Allah berfirman:
"Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, 'Ya Tuhanku, kembalikanlah aku, agar aku dapat beramal saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.'" (QS. Al-Mu'minun: 99-100)
3. Amal Saleh adalah Teman di Alam Kubur
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Alam kubur adalah tempat yang sunyi bagi orang yang tidak punya bekal. Namun bagi orang beriman, amal saleh menjadi cahaya, ketenangan, dan teman yang menenteramkan.
Shalat yang dulu dijaga, sedekah yang dulu diberikan, Al-Qur'an yang dulu dibaca, istighfar yang dulu dibasahkan di lisan, air mata taubat yang dulu jatuh di malam hari; semua itu tidak akan hilang di sisi Allah.
Allah berfirman:
"Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah niscaya dia akan melihatnya, dan barang siapa mengerjakan keburukan seberat zarrah niscaya dia akan melihatnya." (QS. Az-Zalzalah: 7-8)
Jangan remehkan satu sedekah.
Jangan remehkan satu istighfar.
Jangan remehkan satu ayat Al-Qur'an.
Jangan remehkan satu dosa yang ditinggalkan karena takut kepada Allah.
4. Kubur Mengajarkan Hakikat Kesendirian
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Di dunia kita sering bergantung kepada manusia. Kita senang bila dipuji, sedih bila dilupakan, bangga bila dihormati, gelisah bila tidak dihargai. Padahal nanti di kubur kita akan sendiri. Tidak ada yang bisa menjawab untuk kita. Tidak ada yang bisa memikul dosa kita. Tidak ada yang bisa menggantikan amal kita.
Kesendirian di kubur mengajarkan agar kita tidak terlalu mencari pandangan manusia, tetapi mencari ridha Allah. Sebab manusia hanya melihat luar kita, sedangkan Allah mengetahui isi hati kita.
Allah berfirman:
"Dan setiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat sendiri-sendiri." (QS. Maryam: 95)
5. Sebelum Diam di Kubur, Hidupkan Hati Hari Ini
Jamaah yang dirahmati Allah,
Sebelum jasad kita diam di kubur, hidupkan hati kita dengan taubat. Sebelum lisan kita kaku, basahi dengan istighfar. Sebelum mata kita tertutup, gunakan untuk menangis karena takut kepada Allah. Sebelum kaki kita tidak mampu berjalan, gunakan untuk melangkah ke masjid dan kebaikan.
Jangan tunggu keranda mengingatkan kita. Jangan tunggu tanah kubur menyadarkan kita. Jangan tunggu kematian orang lain baru kita menangis sebentar, lalu kembali lalai.
Hidupkan Al-Qur'an sebelum suara kita terhenti.
Hidupkan taubat sebelum pintu amal tertutup.
Hidupkan hati sebelum tubuh dibaringkan di liang lahat.
Orang yang cerdas bukan hanya orang yang pandai mengatur dunia, tetapi orang yang menyiapkan diri untuk hidup setelah kematian.
Penutup Muhasabah
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Kubur itu diam, tetapi pesannya sangat jelas. Ia berkata kepada kita tanpa suara: semua yang di dunia akan ditinggalkan. Semua yang dibanggakan akan hilang. Semua yang ditunda akan menjadi penyesalan bila tidak segera diperbaiki.
Jangan tunggu kafan untuk bertaubat.
Jangan tunggu dishalatkan untuk menjaga shalat.
Jangan tunggu ditinggalkan manusia untuk sadar bahwa hanya Allah tempat kembali.
Diamnya kubur jangan sampai menjadi awal ramainya penyesalan kita.
Semoga Allah melembutkan hati kita, mengampuni dosa-dosa kita, memperbaiki amal kita, menerangi kubur kita, dan memanggil kita kelak dalam keadaan husnul khatimah.
Khutbah Kedua
Semoga Bermanfaat bagi Ummat
SIPULANA Digital Khutbah Kit