Hablum Minannas Ibadah Sosial yang Menyempurnakan Iman
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Hablum Minannas
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Hidup seorang muslim berdiri di atas dua hubungan besar: hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia. Hablum minallah menjaga ibadah, tauhid, doa, tawakkal, dan ketaatan kepada Allah. Hablum minannas menjaga akhlak, amanah, keadilan, kasih sayang, dan hak-hak manusia.
Keduanya tidak boleh dipisahkan. Orang yang banyak ibadah tetapi menyakiti manusia harus takut kepada Allah. Orang yang baik kepada manusia tetapi lalai dari Allah juga harus memperbaiki dirinya. Kesempurnaan iman tampak ketika ibadah kepada Allah melahirkan akhlak yang baik kepada sesama.
Allah berfirman:
"Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali Allah dan tali hubungan dengan manusia." (QS. Ali Imran: 112)
1. Ibadah Tidak Berhenti di Atas Sajadah
Saudaraku kaum muslimin,
Shalat yang benar seharusnya mencegah kita dari ucapan keji, perilaku zalim, penipuan, penghinaan, dan permusuhan. Puasa yang benar seharusnya melatih kita menahan lisan dan amarah. Zakat yang benar seharusnya menumbuhkan kepedulian kepada yang lemah. Haji yang benar seharusnya melatih kesabaran, kerendahan hati, dan persaudaraan.
Jika ibadah belum membuat akhlak kita lebih baik, maka kita perlu memeriksa kualitas ibadah kita. Jangan sampai kita tampak dekat dengan masjid, tetapi jauh dari kasih sayang. Jangan sampai kita rajin membaca Al-Qur'an, tetapi lisan kita masih tajam kepada manusia. Jangan sampai kita banyak berdoa, tetapi tangan kita masih mengambil hak orang lain.
Allah berfirman:
"Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar." (QS. Al-Ankabut: 45)
Sujud yang benar melembutkan hati.
Dzikir yang benar menahan lisan dari menyakiti.
2. Hak Manusia Tidak Boleh Diremehkan
Jamaah yang dirahmati Allah,
Di antara hal yang sering dilupakan adalah beratnya hak manusia. Dosa kepada Allah dapat diampuni dengan taubat yang jujur. Tetapi dosa yang berkaitan dengan manusia membutuhkan penyelesaian dengan pemilik hak: mengembalikan, meminta maaf, meminta halal, atau memperbaiki kerusakan yang pernah dilakukan.
Maka jangan meremehkan hutang, amanah, ghibah, fitnah, janji, upah, hak keluarga, hak tetangga, dan kehormatan sesama. Semua itu akan ditanya. Mungkin manusia lupa, tetapi Allah tidak lupa. Mungkin orang yang dizalimi diam, tetapi diamnya tidak membuat haknya hilang.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Sungguh hak-hak itu akan ditunaikan kepada pemiliknya pada hari kiamat." (HR. Muslim)
3. Akhlak Sosial adalah Tanda Kesempurnaan Iman
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Iman yang kuat tidak hanya terlihat dari banyaknya ibadah pribadi, tetapi juga dari akhlak dalam pergaulan. Seorang mukmin menjaga lisannya, menepati janjinya, menghormati tetangganya, menyayangi yang kecil, memuliakan yang tua, menolong yang lemah, dan tidak membuat orang lain takut terhadap keburukannya.
Bila seseorang mengaku beriman, tetapi orang lain tidak selamat dari lisannya, tangannya, tipuannya, amarahnya, dan kezalimannya, maka ia harus memperbaiki imannya. Karena Islam mengajarkan bahwa seorang muslim adalah sumber keselamatan, bukan sumber luka.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Ukuran baik juga tampak dari apakah manusia selamat dari lisan, tangan, dan sikap kita.
4. Jangan Menjadi Orang Bangkrut di Akhirat
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Betapa rugi jika seseorang datang pada hari kiamat membawa pahala shalat, puasa, zakat, dan amal ibadah, tetapi juga membawa dosa kepada manusia. Ia pernah mencaci, menuduh, memfitnah, memakan harta, menumpahkan darah, atau menyakiti kehormatan orang lain. Pahala yang ia kumpulkan berpindah kepada orang-orang yang ia zalimi.
Inilah peringatan besar bagi kita. Jangan hanya menghitung ibadah pribadi, tetapi lupa menghitung luka yang pernah kita tinggalkan pada manusia. Jangan hanya takut meninggalkan shalat, tetapi juga takut membawa ghibah, hutang, khianat, dan kezaliman. Selamat di akhirat membutuhkan ibadah yang benar dan akhlak sosial yang terjaga.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda tentang orang yang bangkrut:
"Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat membawa shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia pernah mencaci ini, menuduh ini, dan memakan harta ini." (HR. Muslim)
5. Manusia Terbaik adalah yang Bermanfaat
Jamaah yang dirahmati Allah,
Hablum minannas mengajarkan kita menjadi manusia yang bermanfaat. Hadir kita membawa ketenangan, bukan keresahan. Lisan kita membawa nasihat, bukan luka. Tangan kita membawa pertolongan, bukan kezaliman. Harta kita membawa manfaat, bukan kesombongan. Ilmu kita membawa pencerahan, bukan perendahan kepada orang lain.
Tidak semua orang mampu membantu dengan harta besar. Tetapi semua orang bisa memberi manfaat sesuai kemampuannya: senyum, salam, doa, tenaga, ilmu, nasihat, maaf, waktu, perhatian, atau sekadar tidak menyakiti. Kadang kebaikan kecil di mata manusia sangat besar di sisi Allah bila dilakukan dengan ikhlas.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia." (HR. Ath-Thabrani)
bila berbicara membawa kebaikan,
bila diberi amanah dapat dipercaya,
dan bila pergi meninggalkan kenangan akhlak yang indah.
6. Bangun Masyarakat dengan Rahmat dan Adab
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Masyarakat yang baik tidak hanya dibangun dengan bangunan yang megah, tetapi dengan akhlak yang kuat. Tetangga saling menjaga, keluarga saling menyayangi, pemimpin adil, rakyat amanah, pedagang jujur, pemuda beradab, orang tua dihormati, fakir miskin diperhatikan, dan perselisihan diselesaikan dengan tabayyun serta rahmat.
Jika hablum minannas dijaga, hidup menjadi teduh. Masjid menjadi pusat persaudaraan. Rumah menjadi tempat kasih sayang. Kampung menjadi lingkungan yang aman. Perbedaan tidak mudah menjadi permusuhan. Kebaikan kecil saling menguatkan. Inilah wajah masyarakat yang dibangun oleh iman dan akhlak.
Allah berfirman:
"Tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan." (QS. Al-Ma'idah: 2)
Penutup Muhasabah
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Mari kita periksa diri. Apakah ibadah kita sudah membuat akhlak kita lebih baik? Apakah orang lain selamat dari lisan dan tangan kita? Apakah ada hak manusia yang belum kita tunaikan? Apakah ada hati yang pernah kita lukai? Apakah ada saudara yang perlu kita mintai maaf? Apakah ada hubungan yang perlu kita perbaiki sebelum ajal datang?
Hablum minannas adalah ibadah sosial yang menyempurnakan iman. Jangan pisahkan masjid dari akhlak, sajadah dari kasih sayang, dzikir dari kejujuran, dan ilmu dari kerendahan hati. Jadilah hamba Allah yang baik kepada Allah dan baik kepada manusia. Karena kelak kita akan menghadap Allah membawa dua catatan besar: bagaimana kita beribadah kepada-Nya dan bagaimana kita memperlakukan hamba-hamba-Nya.
Jadikan ibadah kami melahirkan akhlak, ilmu kami melahirkan tawadhu, dan rezeki kami melahirkan manfaat.
Ampuni kami atas hak manusia yang pernah kami lalaikan, ucapan yang pernah melukai, dan amanah yang pernah kami khianati.
Mudahkan kami meminta maaf, mengembalikan hak, menyambung silaturahim, dan menebar kebaikan.
Jadikan kami hamba yang bermanfaat, penyayang, jujur, adil, amanah, dan selamat dari kebangkrutan akhirat.
Sebab hablum minannas adalah ibadah sosial yang menyempurnakan iman, dan sebaik-baik manusia adalah yang membawa manfaat serta keselamatan bagi sesama.
Semoga Allah menyempurnakan iman kita dengan akhlak yang baik, memperbaiki hubungan kita dengan manusia, menerima amal ibadah kita, dan memanggil kita kelak dalam keadaan husnul khatimah.
Khutbah Kedua
Semoga Bermanfaat bagi Ummat
SIPULANA Digital Khutbah Kit