Hidup Sebentar Hisab Selamanya
Jumat

Hidup Sebentar Hisab Selamanya

Habib Ismail Al Qadri 06 Jul 2026
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Khutbah Pertama

Hidup Sebentar, Hisab Selamanya

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Manusia sering hidup seakan-akan dunia adalah tempat tinggal selamanya. Ia sibuk membangun nama, mengejar harta, memperluas urusan, tetapi lupa bahwa semua akan ditinggalkan. Yang akan ikut hanyalah amal.

Hidup ini bukan hanya tentang berapa banyak yang kita miliki, tetapi tentang apa yang kita siapkan untuk hari ketika semua manusia berdiri di hadapan Allah. Hari ketika harta tidak bisa menyelamatkan, jabatan tidak bisa menolong, dan pujian manusia tidak lagi berarti.

Allah berfirman:

وَكُلُّهُمْ آتِيهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَرْدًا

"Dan setiap orang dari mereka akan datang kepada Allah pada hari Kiamat dengan sendiri-sendiri." (QS. Maryam: 95)

Kita datang ke dunia tidak membawa apa-apa. Kita akan meninggalkan dunia juga tidak membawa apa-apa, kecuali iman dan amal yang Allah terima.

1. Umur Terasa Panjang, Tetapi Sebenarnya Singkat

Saudaraku kaum muslimin,

Ketika masih muda, manusia merasa hidup masih jauh. Ketika sehat, ia merasa masih kuat. Ketika lapang, ia merasa masih punya banyak kesempatan. Namun tiba-tiba usia berjalan, badan melemah, wajah berubah, dan banyak teman seperjalanan telah lebih dahulu kembali kepada Allah.

Setiap hari yang kita lewati bukan hanya tambahan pengalaman, tetapi juga pengurangan jatah umur. Setiap matahari terbit membawa kesempatan baru, dan setiap matahari tenggelam membawa bagian umur yang tidak akan kembali.

Allah berfirman:

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ ۝ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ

"Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, 'Ya Tuhanku, kembalikanlah aku, agar aku dapat beramal saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.'" (QS. Al-Mu'minun: 99-100)

Bila orang yang telah mati meminta kembali untuk beramal, maka kita yang masih hidup jangan menyia-nyiakan kesempatan yang masih diberikan.

2. Semua Amal Dicatat dengan Teliti

Jamaah yang dirahmati Allah,

Tidak ada ucapan yang hilang. Tidak ada langkah yang luput. Tidak ada kebaikan yang sia-sia. Tidak ada dosa yang terlupakan. Semua tercatat di sisi Allah dengan catatan yang sangat teliti.

Manusia bisa lupa terhadap apa yang pernah ia lakukan, tetapi catatan amal tidak lupa. Manusia bisa menyembunyikan dosa dari pandangan orang lain, tetapi tidak ada yang tersembunyi dari Allah.

Allah berfirman:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

"Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat." (QS. Qaf: 18)

Maka berhati-hatilah dengan lisan. Satu ucapan bisa menjadi pahala, dan satu ucapan bisa menjadi penyesalan. Jagalah kata, karena kata pun akan dihisab.

3. Hisab Dimulai dari Shalat

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Di antara perkara besar yang akan dihisab adalah shalat. Shalat adalah tiang agama, penghubung seorang hamba dengan Allah, dan tanda bahwa seseorang masih menjaga perjanjiannya dengan Rabb-nya.

Jangan remehkan shalat. Jangan biasakan menunda. Jangan jadikan shalat hanya sisa waktu setelah urusan dunia selesai. Sebab dunia yang kita kejar akan tinggal, sedangkan shalat akan menemani dalam catatan amal.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ

"Sesungguhnya amal pertama yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari Kiamat adalah shalatnya." (HR. Tirmidzi)

Perbaiki shalat sebelum dishalatkan.
Jaga sujud sebelum tubuh tak lagi mampu bersujud.
Jawab azan sebelum nama kita dipanggil pulang.
Karena shalat adalah bekal besar untuk hari hisab.

4. Harta, Waktu, dan Tubuh Akan Ditanya

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Kelak Allah akan menanyakan nikmat yang kita gunakan. Umur untuk apa dihabiskan. Ilmu untuk apa diamalkan. Harta dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan. Tubuh untuk apa dipakai.

Ini adalah pertanyaan besar. Bukan hanya orang kaya yang akan ditanya tentang harta, tetapi setiap orang akan ditanya sesuai nikmat yang diberikan kepadanya. Bukan hanya ulama yang akan ditanya tentang ilmu, tetapi setiap yang mengetahui kebaikan akan ditanya apakah ia mengamalkannya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ

"Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari Kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan, ilmunya untuk apa diamalkan, hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, serta tubuhnya untuk apa digunakan." (HR. Tirmidzi)

Pertanyaan akhirat bukan hanya tentang yang kita miliki, tetapi bagaimana kita menggunakan titipan Allah.

5. Hisab Akan Ringan bagi yang Sering Muhasabah

Jamaah yang dirahmati Allah,

Orang yang sering menghisab dirinya di dunia akan lebih siap menghadapi hisab akhirat. Ia tidak menunggu kematian untuk sadar. Ia memeriksa hatinya, lisannya, shalatnya, hartanya, dan waktunya sebelum semua diperiksa di hadapan Allah.

Muhasabah bukan untuk membuat kita putus asa, tetapi untuk memperbaiki diri. Bila ada dosa, bertaubat. Bila ada kewajiban yang kurang, perbaiki. Bila ada orang yang tersakiti, minta maaf. Bila ada nikmat yang lupa disyukuri, bersyukurlah.

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ

"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok." (QS. Al-Hasyr: 18)

Tanyakan kepada diri kita sebelum ditanya Allah:
Bagaimana shalat kita?
Bagaimana lisan kita?
Bagaimana hati kita?
Bagaimana harta kita?
Bagaimana bekal kita bila hari ini dipanggil pulang?

Penutup Muhasabah

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Hidup ini sebentar. Tetapi akibatnya panjang. Satu hari lalai bisa meninggalkan dosa. Satu hari taat bisa meninggalkan cahaya. Satu shalat yang dijaga bisa menjadi keselamatan. Satu dosa yang terus dilakukan bisa menjadi sebab penyesalan.

Jangan menunggu tua untuk bertaubat. Jangan menunggu sakit untuk ingat Allah. Jangan menunggu kematian untuk menyesal. Hari ini masih ada waktu. Hari ini masih ada kesempatan. Hari ini pintu taubat masih terbuka.

Hidup sebentar, maka jangan habiskan untuk lalai.
Hisab selamanya, maka jangan remehkan catatan amal.
Dunia akan ditinggalkan, maka jangan jadikan ia tujuan akhir.
Akhirat pasti datang, maka siapkan bekal dari sekarang.

Semoga hari hisab kita menjadi hari yang diringankan oleh rahmat Allah.

Semoga Allah memperbaiki shalat kita, membersihkan hati kita, mengampuni dosa-dosa kita, memberkahi sisa umur kita, meringankan hisab kita, dan memanggil kita kelak dalam keadaan husnul khatimah.

Khutbah Kedua

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَصَلَّى وَسَلَّمَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ، فَقَالَ:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اَللّٰهُمَّ حَاسِبْنَا حِسَابًا يَسِيرًا، وَيَمِّنْ كُتُبَنَا، وَثَقِّلْ مَوَازِينَنَا، وَاغْفِرْ ذُنُوبَنَا، وَاسْتُرْ عُيُوبَنَا، وَاغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ.

Semoga Bermanfaat bagi Ummat

SIPULANA Digital Khutbah Kit