Jangan Bangga Sebelum Husnul Khatimah
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Jangan Bangga Sebelum Husnul Khatimah
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Jangan terlalu bangga dengan amal yang sudah kita lakukan. Jangan merasa aman karena pernah rajin ibadah. Jangan merasa pasti selamat karena manusia memuji kita. Sebab hati manusia berada di antara ketetapan Allah, dan akhir kehidupan adalah rahasia yang tidak seorang pun mengetahuinya.
Orang yang benar-benar mengenal Allah akan takut amalnya tidak diterima, takut hatinya berubah, dan takut akhir hidupnya buruk. Ia tidak sombong dengan kebaikan, tidak meremehkan pendosa, dan tidak berhenti memohon agar Allah meneguhkan imannya.
Allah berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim." (QS. Ali 'Imran: 102)
1. Amal Banyak Tidak Boleh Membuat Kita Sombong
Saudaraku kaum muslimin,
Amal saleh adalah nikmat, tetapi bisa berubah menjadi ujian bila melahirkan kesombongan. Ada orang yang rajin ibadah, tetapi mulai memandang rendah orang lain. Ada yang banyak ilmu, tetapi hatinya keras. Ada yang terlihat dekat dengan agama, tetapi lisannya mudah merendahkan sesama.
Padahal amal yang diterima adalah amal yang membuat hati semakin rendah di hadapan Allah, bukan semakin tinggi di hadapan manusia. Semakin banyak amal, seharusnya semakin besar rasa takut kepada Allah, karena kita tidak tahu apakah amal itu benar-benar diterima.
Allah berfirman tentang hamba-hamba pilihan:
"Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, sedang hati mereka takut karena mereka tahu bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka." (QS. Al-Mu'minun: 60)
2. Hati Manusia Bisa Berubah
Jamaah yang dirahmati Allah,
Hati manusia tidak selalu berada pada keadaan yang sama. Hari ini bisa lembut, besok bisa keras. Hari ini bisa semangat beribadah, besok bisa lalai. Hari ini bisa dekat dengan masjid, besok bisa jauh bila Allah tidak menjaga.
Karena itu, jangan merasa aman. Mintalah keteguhan kepada Allah. Jangan hanya berdoa agar diberi rezeki, kesehatan, dan kelapangan hidup. Berdoalah agar hati tidak dipalingkan dari iman.
Doa yang sangat agung:
"Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu." (HR. Tirmidzi)
- Jangan merasa kuat tanpa pertolongan Allah.
- Jangan merasa aman dari perubahan hati.
- Jangan meremehkan dosa kecil yang terus dibiarkan.
- Jangan berhenti meminta agar Allah meneguhkan iman.
3. Jangan Meremehkan Pendosa
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Jangan pernah merendahkan orang yang hari ini tampak berdosa. Bisa jadi besok ia menangis dalam taubat, lalu Allah mengangkat derajatnya. Bisa jadi ia pulang kepada Allah dengan hati yang hancur, sedangkan kita tertipu oleh kebaikan yang membuat kita sombong.
Tugas kita adalah menasihati dengan kasih sayang, bukan menghina. Mengajak kepada taubat, bukan menutup pintu harapan. Sebab kita tidak mengetahui akhir hidup seseorang, dan kita pun tidak mengetahui akhir hidup kita sendiri.
Allah berfirman:
"Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia lebih mengetahui siapa yang bertakwa." (QS. An-Najm: 32)
Jangan merasa paling aman.
Jangan merasa paling dekat dengan Allah.
Mintalah agar Allah menjaga kita sampai akhir hayat.
4. Yang Paling Penting adalah Akhirnya
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Dalam hidup, manusia sering menilai awal dan tampilan luar. Namun Allah mengetahui akhir dan isi hati. Betapa banyak orang dipuji manusia, tetapi Allah mengetahui kekurangan yang tersembunyi. Betapa banyak orang tidak dikenal manusia, tetapi punya amal ikhlas yang dicintai Allah.
Karena itu, jangan hanya memperindah penampilan amal di mata manusia. Perindahlah hati di hadapan Allah. Jangan hanya mengejar pujian manusia. Kejarlah ridha Allah sampai akhir napas.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Sesungguhnya amal itu tergantung pada penutupnya." (HR. Bukhari)
5. Memohon Husnul Khatimah Setiap Hari
Jamaah yang dirahmati Allah,
Husnul khatimah bukan hanya doa yang diucapkan ketika ada kematian. Husnul khatimah harus menjadi permintaan harian seorang mukmin. Sebab akhir yang baik tidak datang dari kekuatan kita, tetapi dari rahmat Allah.
Jagalah shalat, sebab kita ingin wafat dalam keadaan dekat dengan Allah. Jagalah lisan, sebab kita ingin akhir kalimat kita adalah kebaikan. Jauhi maksiat, sebab kita tidak tahu pada keadaan apa ajal menjemput.
Jangan panggil kami ketika sedang bermaksiat.
Jangan cabut iman dari hati kami.
Wafatkan kami dalam Islam, iman, taubat, dan husnul khatimah.
Orang yang takut su'ul khatimah akan lebih berhati-hati. Ia tidak berani bermain-main dengan dosa. Ia tidak mudah meremehkan shalat. Ia tidak mau menunda taubat, sebab ia sadar ajal bisa datang kapan saja.
Penutup Muhasabah
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Mungkin kita pernah beramal, tetapi jangan bangga. Mungkin kita pernah berdosa, tetapi jangan putus asa. Teruslah berjalan kepada Allah dengan takut dan harap. Takut bila amal tidak diterima, berharap kepada rahmat Allah yang sangat luas.
Jangan merasa aman sebelum akhir kehidupan.
Jangan merendahkan orang lain karena kita tidak tahu akhirnya.
Jangan berhenti berdoa agar Allah menjaga iman kita.
Yang kita minta bukan hanya hidup baik, tetapi wafat dalam keadaan baik.
Semoga Allah menetapkan hati kita di atas iman, menerima amal kita, mengampuni dosa kita, menjaga kita dari su'ul khatimah, dan memanggil kita kelak dalam keadaan husnul khatimah.
Khutbah Kedua
Semoga Bermanfaat bagi Ummat
SIPULANA Digital Khutbah Kit