Jangan Berkata “Ah” Adab Lisan kepada Orang Tua
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Jangan Berkata “Ah”
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua dan melarang kita mengucapkan kata yang paling ringan dalam bentuk kejengkelan: “ah”. Larangan ini bukan hanya tentang satu kata, tetapi tentang seluruh sikap yang menunjukkan ketidaksabaran, kejengkelan, penghinaan, dan kekasaran kepada orang tua.
Jika kata “ah” saja dilarang, maka membentak tentu lebih berat. Jika keluhan kecil saja diperingatkan, maka ucapan kasar, wajah masam, nada tinggi, sindiran, dan kata-kata yang membuat orang tua menangis tentu lebih harus kita takuti. Inilah adab besar yang sering kita lupakan dalam kehidupan sehari-hari.
Allah berfirman:
"Janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah', janganlah membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (QS. Al-Isra: 23)
1. Lisan Anak Bisa Menjadi Luka bagi Orang Tua
Saudaraku kaum muslimin,
Orang tua memiliki hati yang sangat peka terhadap ucapan anaknya. Satu kata kasar dari orang lain mungkin masih bisa mereka tahan, tetapi satu kata kasar dari anak sendiri bisa menjadi luka yang dalam. Sebab anak adalah bagian dari hati mereka. Anak yang dahulu dibesarkan dengan kasih, bila kini membalas dengan bentakan, maka luka itu terasa sangat berat.
Kadang kita merasa ucapan kita biasa saja. Kita berkata dengan nada tinggi lalu melupakannya. Kita menjawab singkat dengan wajah masam lalu menganggap selesai. Tetapi ibu atau ayah mungkin menyimpannya sebagai kesedihan. Mereka mungkin tidak membalas, tetapi hati mereka menangis.
Allah berfirman:
"Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia." (QS. Al-Baqarah: 83)
maka kepada ibu dan ayah tentu lebih wajib lagi kita menjaga kata, nada, dan wajah.
2. Nada Tinggi Bisa Lebih Melukai daripada Kata-Kata
Jamaah yang dirahmati Allah,
Adab kepada orang tua bukan hanya memilih kata, tetapi juga menjaga nada. Kadang kalimatnya benar, tetapi nadanya melukai. Kadang maksudnya menolak, tetapi cara menolaknya seperti membentak. Kadang seorang anak merasa hanya menjelaskan, padahal orang tua mendengarnya sebagai kemarahan.
Orang tua yang sudah menua sering tidak membutuhkan perdebatan panjang. Mereka membutuhkan penghormatan. Mereka ingin didengar, bukan dipatahkan. Mereka ingin dijawab dengan lembut, bukan dibantah dengan keras. Maka rendahkan suara, pelankan nada, dan pilih ucapan yang membuat hati mereka tenang.
Allah berfirman tentang adab kepada orang tua:
"Ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia." (QS. Al-Isra: 23)
3. Jangan Menjadikan Kelelahan sebagai Alasan Kasar
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Kadang seorang anak pulang dalam keadaan lelah, lalu mudah tersinggung kepada orang tua. Ia merasa banyak urusan, banyak beban, banyak tekanan. Tetapi ingatlah, orang tua dahulu juga lelah. Ibu lelah mengandung, melahirkan, menyusui, dan merawat. Ayah lelah bekerja, memikirkan nafkah, dan menjaga keluarga. Namun mereka tetap bersabar menghadapi kita saat kecil.
Jangan jadikan lelah kita sebagai alasan untuk kasar kepada orang tua. Jika lelah, diamlah lebih baik daripada membentak. Jika sedang emosi, tenangkan diri sebelum menjawab. Jika tidak mampu memenuhi permintaan mereka, sampaikan dengan lembut. Kelelahan tidak menghalalkan durhaka.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)
Saat lelah, istighfar lebih baik daripada jawaban yang membuat orang tua sedih.
4. Berbeda Pendapat Tetap Harus dengan Adab
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Dalam kehidupan, anak dan orang tua bisa berbeda pendapat. Berbeda pilihan, berbeda cara berpikir, berbeda kebiasaan, atau berbeda pandangan terhadap suatu urusan. Perbedaan itu wajar, tetapi tidak boleh membuat anak kehilangan adab.
Jika orang tua keliru, luruskan dengan lembut. Jika kita tidak setuju, sampaikan dengan hormat. Jika mereka belum memahami, bersabarlah menjelaskan. Jangan berkata, “Ayah tidak tahu apa-apa,” atau “Ibu ketinggalan zaman,” atau kalimat lain yang merendahkan. Ilmu dan usia dewasa tidak boleh membuat seorang anak sombong kepada orang tuanya.
Allah berfirman:
"Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang." (QS. Al-Isra: 24)
5. Ucapan Lembut Bisa Menjadi Sedekah Terbesar di Rumah
Jamaah yang dirahmati Allah,
Kadang kita mencari amal besar di luar rumah, tetapi lupa bahwa di rumah ada amal besar yang sangat dekat: berkata lembut kepada orang tua. Menjawab panggilan mereka dengan baik, menanyakan kabar mereka, mendengarkan cerita mereka, mengucapkan terima kasih, meminta maaf, dan mendoakan mereka dengan lisan yang tulus.
Jangan menunggu kaya untuk berbakti. Jangan menunggu punya waktu lapang untuk menyenangkan orang tua. Kata yang lembut, senyum yang tulus, dan perhatian kecil dapat menjadi kebahagiaan besar bagi mereka. Mungkin bagi kita sederhana, tetapi bagi orang tua itu sangat berarti.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Perkataan yang baik adalah sedekah." (HR. Bukhari dan Muslim)
Kata yang baik, wajah yang ramah, dan nada yang lembut juga bagian dari bakti yang bernilai ibadah.
6. Segeralah Meminta Maaf atas Lisan yang Pernah Melukai
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Jika kita pernah berkata kasar kepada orang tua, segeralah meminta maaf. Jangan menunggu hari raya. Jangan menunggu sakit. Jangan menunggu mereka tiada. Selagi tangan mereka masih bisa kita cium, ciumlah. Selagi suara mereka masih bisa kita dengar, mintalah ridha. Selagi pintu rumah mereka masih bisa kita datangi, datangilah dengan hati yang rendah.
Meminta maaf kepada orang tua bukan kehinaan. Justru itu kemuliaan. Anak yang kuat bukan yang paling keras membela ego, tetapi yang berani merendahkan hati dan mengakui kesalahan. Bisa jadi satu permintaan maaf membuat hati orang tua lega dan membuka pintu keberkahan hidup kita.
Allah mengajarkan doa untuk orang tua:
"Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidikku ketika kecil." (QS. Al-Isra: 24)
Penutup Muhasabah
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Mari kita periksa lisan kita. Apakah kita pernah berkata “ah” kepada orang tua? Apakah kita pernah membentak? Apakah nada kita sering meninggi? Apakah wajah kita sering masam saat mereka meminta bantuan? Apakah kita lebih lembut kepada orang lain daripada kepada ibu dan ayah sendiri?
Jangan berkata “ah” adalah pesan besar tentang adab lisan kepada orang tua. Bukan hanya satu kata yang dilarang, tetapi semua bentuk kejengkelan yang melukai hati mereka. Maka jagalah kata, jagalah nada, jagalah wajah, dan jagalah sikap. Karena di hadapan orang tua, lisan yang lembut adalah tanda hati yang berbakti.
Ampuni kami bila pernah berkata kasar, membentak, meninggikan suara, atau membuat mereka menangis.
Lembutkan lisan kami, teduhkan wajah kami, dan lapangkan hati kami untuk melayani mereka.
Jadikan setiap kata kami kepada mereka sebagai kata yang mulia dan penuh rahmat.
Jika mereka masih hidup, beri kami kesempatan meminta maaf dan membahagiakan mereka.
Jika mereka telah wafat, ampunilah mereka, rahmatilah mereka, dan sampaikan doa kami sebagai cahaya untuk mereka.
Sebab lisan yang lembut kepada orang tua adalah pintu bakti, sedangkan satu kata kasar bisa menjadi luka yang panjang di hati mereka.
Semoga Allah menjaga lisan kita, memperbaiki adab kita kepada orang tua, mengampuni kelalaian kita, dan memanggil kita kelak dalam keadaan husnul khatimah.
Khutbah Kedua
Semoga Bermanfaat bagi Ummat
SIPULANA Digital Khutbah Kit