Jangan Pulang Tanpa Bekal
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Jangan Pulang Tanpa Bekal
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Kita semua sedang berjalan menuju kepulangan. Setiap hari bukan hanya menambah usia, tetapi mendekatkan kita kepada akhir perjalanan. Setiap detak jantung adalah tanda bahwa waktu pulang semakin dekat. Setiap napas yang keluar adalah bagian dari umur yang tidak akan kembali.
Karena itu, jangan tertipu oleh dunia. Jangan merasa akan tinggal lama. Jangan merasa masih punya banyak waktu. Sebab panggilan pulang tidak menunggu kita siap, tetapi datang ketika ketetapan Allah telah tiba.
Allah berfirman:
"Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa." (QS. Al-Baqarah: 197)
1. Dunia adalah Tempat Singgah, Bukan Tempat Tinggal
Saudaraku kaum muslimin,
Orang yang paham bahwa dunia hanya tempat singgah tidak akan menjadikan dunia sebagai tujuan terakhir. Ia tetap bekerja, mencari nafkah, membangun keluarga, dan berusaha dengan sungguh-sungguh, tetapi hatinya tidak tenggelam dalam dunia.
Ia tahu bahwa rumah yang megah akan ditinggalkan. Harta yang dikumpulkan akan berpindah tangan. Nama yang dipuji manusia akan dilupakan. Tubuh yang dirawat akan kembali ke tanah. Yang tersisa hanyalah amal.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir yang sedang lewat." (HR. Bukhari)
2. Bekal Pertama adalah Shalat yang Dijaga
Jamaah yang dirahmati Allah,
Di antara bekal terbesar yang harus kita bawa adalah shalat. Shalat adalah tiang agama, tanda penghambaan, dan cahaya dalam perjalanan seorang mukmin. Bila shalat rusak, rusaklah hubungan paling utama antara hamba dan Rabb-nya.
Jangan biarkan shalat hanya menjadi sisa waktu. Jangan tunggu lapang baru shalat. Jangan tunggu tua baru memperbaiki sujud. Sebab kelak yang pertama kali ditanya adalah shalat kita.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Sesungguhnya amal pertama yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari Kiamat adalah shalatnya." (HR. Tirmidzi)
3. Bekal Kedua adalah Taubat yang Jujur
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Tidak ada yang pulang kepada Allah dengan catatan sempurna kecuali para nabi yang Allah jaga. Kita penuh kekurangan. Kita sering lalai. Kita pernah tergelincir. Kita pernah menyakiti, menunda, meremehkan, dan melupakan Allah.
Karena itu, taubat adalah bekal yang sangat penting. Jangan menunggu dosa menumpuk lalu hati keras. Jangan menunggu sakit baru istighfar. Jangan menunggu kematian baru ingin kembali. Taubatlah sekarang, karena Allah masih membuka pintu ampunan.
Allah berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya." (QS. At-Tahrim: 8)
Taubat adalah tanda bahwa kita ingin pulang dalam keadaan bersih.
Taubat bukan akhir perjalanan.
Taubat adalah pintu baru menuju kehidupan yang lebih dekat kepada Allah.
4. Bekal Ketiga adalah Sedekah yang Ikhlas
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Harta yang kita simpan akan ditinggalkan. Harta yang kita makan akan habis. Harta yang kita pakai akan rusak. Tetapi harta yang kita sedekahkan karena Allah akan menjadi bekal yang kita temui kembali di akhirat.
Jangan menunggu kaya raya baru memberi. Jangan menunggu lapang sempurna baru peduli. Sedekah kecil yang ikhlas bisa besar di sisi Allah. Bahkan separuh kurma pun bisa menjadi pelindung dari api neraka bila diberikan dengan iman.
Allah berfirman:
"Apa pun kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, niscaya kamu akan mendapatkannya di sisi Allah." (QS. Al-Baqarah: 110)
5. Bekal Terakhir adalah Hati yang Selamat
Jamaah yang dirahmati Allah,
Bekal yang sangat mahal adalah hati yang selamat: hati yang bersih dari kesyirikan, dari sombong, dari dendam, dari iri yang merusak, dari riya yang membakar amal, dan dari cinta dunia yang berlebihan.
Bisa jadi seseorang membawa amal banyak, tetapi hatinya rusak oleh kesombongan. Bisa jadi seseorang tampak sederhana, tetapi hatinya bersih dan penuh cinta kepada Allah. Maka jagalah hati, karena Allah melihat isi hati sebelum bentuk amal.
Allah berfirman:
"Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat." (QS. Asy-Syu'ara: 88-89)
Maafkan sebelum terlambat.
Ikhlaskan amal sebelum ditimbang.
Dekatkan hati kepada Allah sebelum hati berhenti berdetak.
Penutup Muhasabah
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Kita semua akan pulang. Tidak ada yang menetap selamanya. Dunia hanya halte kecil dalam perjalanan panjang. Maka jangan pulang tanpa bekal. Jangan membawa tangan kosong. Jangan membawa hati yang penuh dosa tanpa taubat. Jangan membawa shalat yang sering ditinggalkan. Jangan membawa lisan yang banyak menyakiti.
Selama masih ada umur, siapkan bekal. Selama masih bisa sujud, perbaiki shalat. Selama masih bisa memberi, bersedekahlah. Selama masih bisa meminta maaf, berdamailah. Selama pintu taubat masih terbuka, pulanglah kepada Allah.
Bekal pulang adalah shalat yang dijaga.
Bekal pulang adalah taubat yang jujur.
Bekal pulang adalah sedekah yang ikhlas.
Bekal pulang adalah hati yang selamat.
Jangan pulang tanpa bekal, sebab perjalanan setelah kematian sangat panjang.
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang mempersiapkan bekal, menerima taubat kita, membersihkan hati kita, memberkahi sisa umur kita, dan memanggil kita kelak dalam keadaan husnul khatimah.
Khutbah Kedua
Semoga Bermanfaat bagi Ummat
SIPULANA Digital Khutbah Kit