Jangan Tunggu Sakit untuk Mengingat Allah
Jumat

Jangan Tunggu Sakit untuk Mengingat Allah

Habib Ismail Al Qadri 06 Jul 2026
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Khutbah Pertama

Jangan Tunggu Sakit untuk Mengingat Allah

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Sehat adalah amanah. Ia bukan hanya nikmat untuk menikmati dunia, tetapi kesempatan untuk memperbanyak bekal akhirat. Selama badan masih kuat, selama napas masih lapang, selama mata masih melihat, selama kaki masih melangkah, gunakanlah semuanya untuk mendekat kepada Allah.

Jangan sampai sehat habis untuk mengejar dunia, lalu ketika sakit baru ingin mengejar akhirat. Jangan sampai tubuh kuat dipakai untuk lalai, lalu ketika lemah baru menyesal karena amal belum cukup.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

"Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya: kesehatan dan waktu luang." (HR. Bukhari)

Sehat sering tidak terasa mahal ketika masih dimiliki. Tetapi ketika sakit datang, manusia baru sadar bahwa berdiri, berjalan, sujud, dan bernapas tanpa nyeri adalah nikmat besar dari Allah.

1. Sehat adalah Kesempatan, Bukan Jaminan

Saudaraku kaum muslimin,

Jangan tertipu oleh badan yang hari ini masih kuat. Kekuatan bisa berkurang. Kesehatan bisa berubah. Wajah yang segar bisa pucat. Langkah yang cepat bisa tertatih. Suara yang lantang bisa melemah. Semua berada dalam genggaman Allah.

Karena itu, gunakan sehat sebelum sakit. Gunakan kuat sebelum lemah. Gunakan lapang sebelum sempit. Gunakan hari ini sebelum esok yang belum tentu kita miliki.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

"Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu." (HR. Al-Hakim)

Jangan menunggu sakit untuk sadar bahwa sehat adalah modal ibadah. Sehat hari ini adalah kesempatan untuk memperbaiki shalat, memperbanyak istighfar, dan menanam amal saleh.

2. Jangan Tunggu Terbaring Baru Ingin Bersujud

Jamaah yang dirahmati Allah,

Ketika badan sehat, sujud terasa ringan. Tetapi kadang hati yang membuatnya berat. Kita mampu berdiri lama untuk urusan dunia, tetapi cepat lelah ketika shalat. Kita mampu berjalan jauh untuk kebutuhan dunia, tetapi terasa berat melangkah ke masjid.

Padahal akan datang masa ketika seseorang ingin berdiri, tetapi tubuh tidak mampu. Ingin rukuk, tetapi punggung terasa sakit. Ingin sujud, tetapi tenaga sudah lemah. Saat itulah ia baru sadar, shalat dalam keadaan sehat adalah nikmat besar yang sering diremehkan.

Allah berfirman:

وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ

"Bersujudlah dan dekatkanlah dirimu kepada Allah." (QS. Al-'Alaq: 19)

Sujud bukan hanya gerakan badan. Sujud adalah tempat seorang hamba merendahkan diri di hadapan Allah. Maka selama tubuh masih mampu bersujud, jangan biarkan sajadah terlalu lama menunggu.

3. Sakit Mengingatkan bahwa Kita Lemah

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Sakit sering membuka mata manusia. Ia mengingatkan bahwa kita tidak sekuat yang kita kira. Harta tidak selalu mampu membeli ketenangan. Jabatan tidak mampu menahan nyeri. Popularitas tidak mampu menggantikan nikmat sehat.

Ketika sakit datang, manusia belajar bahwa ia sangat membutuhkan Allah. Maka orang yang cerdas adalah orang yang menyadari kelemahan dirinya sebelum dipaksa sadar oleh sakit.

Allah berfirman:

وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا

"Dan manusia diciptakan dalam keadaan lemah." (QS. An-Nisa: 28)

Jangan tunggu tubuh lemah baru mengaku membutuhkan Allah.
Jangan tunggu sakit baru banyak berdoa.
Jangan tunggu takut mati baru memperbaiki amal.
Datanglah kepada Allah saat sehat, karena itu tanda syukur yang indah.

4. Sakit Bisa Menjadi Penghapus Dosa

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Bagi seorang mukmin, sakit bukan hanya penderitaan. Bila dihadapi dengan sabar dan iman, sakit bisa menjadi sebab gugurnya dosa. Setiap nyeri yang dirasakan, setiap lelah yang ditahan, setiap malam yang sulit tidur karena sakit, semuanya tidak hilang di sisi Allah.

Namun jangan menunggu sakit untuk menjadi baik. Jadilah baik saat sehat, dan bila sakit datang, hadapi dengan sabar. Sehat digunakan untuk taat, sakit digunakan untuk sabar dan berharap ampunan Allah.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

"Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, sakit, kekhawatiran, kesedihan, gangguan, atau kegundahan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah menghapus sebagian kesalahannya dengan sebab itu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Bila sakit datang, bersabarlah. Bila sehat masih ada, bersyukurlah. Jangan menunggu sakit untuk kembali, dan jangan lupa Allah ketika sehat masih menemani.

5. Ingat Allah Saat Sehat, Allah Menjaga Kita Saat Sulit

Jamaah yang dirahmati Allah,

Orang yang terbiasa mengingat Allah saat sehat akan lebih mudah mengingat Allah saat sakit. Orang yang terbiasa shalat saat lapang akan lebih kuat bersabar saat sempit. Orang yang terbiasa berdoa saat bahagia tidak akan asing mengetuk pintu Allah saat berduka.

Maka bangun hubungan dengan Allah sebelum ujian datang. Jangan jadikan doa hanya sebagai tempat terakhir ketika manusia tidak lagi mampu menolong. Jadikan doa sebagai napas harian seorang hamba yang tahu bahwa hidupnya bergantung kepada Allah.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ

"Kenalilah Allah di waktu lapang, niscaya Dia akan mengenalmu di waktu sulit." (HR. Tirmidzi)

Ingat Allah saat sehat.
Ingat Allah saat lapang.
Ingat Allah saat bahagia.
Ingat Allah saat masih kuat.

Karena hati yang terbiasa dekat akan lebih kuat ketika ujian datang.

Penutup Muhasabah

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Hari ini mungkin kita masih sehat. Kita masih bisa duduk di masjid. Kita masih bisa mendengar khutbah. Kita masih bisa mengucap amin. Kita masih bisa pulang dengan kaki sendiri. Semua ini nikmat yang sangat besar.

Jangan tunggu sakit untuk mengingat Allah. Jangan tunggu lemah untuk menghargai sujud. Jangan tunggu terbaring untuk menyesal karena shalat sering ditunda. Jangan tunggu napas berat baru ingin memperbanyak istighfar.

Syukuri sehat dengan shalat.
Syukuri kuat dengan amal.
Syukuri lisan dengan dzikir.
Syukuri mata dengan Al-Qur'an.
Syukuri umur dengan taubat.

Sebab sehat yang tidak dipakai untuk taat bisa berubah menjadi penyesalan.

Semoga Allah memberi kita kesehatan yang berkah, hati yang selalu ingat kepada-Nya, tubuh yang kuat untuk beribadah, kesabaran saat diuji, dan akhir hidup dalam keadaan husnul khatimah.

Khutbah Kedua

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَصَلَّى وَسَلَّمَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ، فَقَالَ:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اَللّٰهُمَّ اشْفِ مَرْضَانَا، وَارْحَمْ مَوْتَانَا، وَعَافِنَا فِي أَبْدَانِنَا، وَأَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ، وَاغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ.

Semoga Bermanfaat bagi Ummat

SIPULANA Digital Khutbah Kit