Keadilan kepada Sesama Jangan Zalim Walau kepada Orang yang Tidak Disukai
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Keadilan kepada Sesama
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Adil berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya, memberi hak kepada yang berhak, berkata benar walau tidak menguntungkan diri, dan tidak mengambil hak orang lain walau kita tidak menyukainya. Keadilan bukan hanya untuk orang yang kita cintai, tetapi juga untuk orang yang tidak dekat dengan kita.
Banyak manusia mampu adil kepada orang yang disukai, tetapi sulit adil kepada orang yang dibenci. Mampu memuji keluarga sendiri, tetapi berat mengakui kebaikan orang lain. Mampu menuntut hak pribadi, tetapi mudah melupakan hak orang lain. Padahal takwa menuntut kita adil dalam semua keadaan.
Allah berfirman:
"Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat ihsan, dan memberi kepada kaum kerabat." (QS. An-Nahl: 90)
1. Jangan Biarkan Kebencian Mengalahkan Keadilan
Saudaraku kaum muslimin,
Di antara ujian terbesar keadilan adalah saat kita berhadapan dengan orang yang tidak kita sukai. Dalam keadaan itu, hati mudah condong untuk menjelekkan, menuduh, mengurangi hak, menutup mata dari kebaikannya, dan membesar-besarkan kesalahannya. Inilah saat takwa diuji.
Seorang mukmin harus adil walaupun sedang tidak suka. Bila seseorang benar, akuilah kebenarannya. Bila ia memiliki hak, berikan haknya. Bila ia salah, tegurlah sesuai kadar kesalahannya tanpa menambah kezaliman. Jangan jadikan kebencian sebagai alasan untuk melanggar batas Allah.
Allah berfirman:
"Janganlah kebencianmu kepada suatu kaum mendorong kamu untuk tidak berlaku adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa." (QS. Al-Ma'idah: 8)
Adil kepada orang yang tidak kita sukai itulah tanda takwa.
Jangan biarkan kebencian membuat kita berani menzalimi hamba Allah.
2. Zalim adalah Kegelapan pada Hari Kiamat
Jamaah yang dirahmati Allah,
Zalim adalah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya dan mengambil hak orang lain. Zalim bisa berupa merampas harta, menahan gaji, menipu timbangan, memfitnah, mencemarkan nama baik, menindas yang lemah, memukul tanpa hak, atau menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi.
Jangan anggap ringan kezaliman hanya karena orang yang dizalimi tidak mampu melawan. Bisa jadi ia lemah di hadapan manusia, tetapi doanya kuat menembus langit. Bisa jadi ia diam di dunia, tetapi menuntut di hadapan Allah. Tidak ada kezaliman yang hilang dari catatan Allah.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Takutlah kalian terhadap kezaliman, karena kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat." (HR. Muslim)
3. Adil dalam Ucapan dan Penilaian
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Keadilan tidak hanya dalam harta dan keputusan, tetapi juga dalam ucapan. Jangan menilai seseorang hanya dari satu kesalahan lalu melupakan banyak kebaikannya. Jangan menerima berita buruk tentang orang yang tidak kita sukai tanpa tabayyun. Jangan memberi gelar buruk, menambah cerita, atau menyebarkan tuduhan yang belum jelas.
Adil dalam bicara berarti berkata sesuai fakta, tidak menambah, tidak mengurangi, tidak memutarbalikkan, dan tidak berbicara karena dorongan dendam. Seorang mukmin harus takut lisannya menjadi alat kezaliman.
Allah berfirman:
"Apabila kamu berkata, maka berlaku adillah, walaupun terhadap kerabat." (QS. Al-An'am: 152)
Tuduhan yang tidak benar bisa menjadi tuntutan di akhirat.
Maka timbanglah kata sebelum lisan menjadi sebab kezaliman.
4. Adil dalam Keluarga dan Lingkungan
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Keadilan harus dimulai dari rumah dan lingkungan terdekat. Orang tua harus adil kepada anak-anaknya. Suami harus adil kepada keluarganya. Pemimpin kecil dalam masyarakat harus adil kepada warga. Guru harus adil kepada murid. Pengurus harus adil dalam amanah. Jangan sampai kedekatan, rasa suka, atau kepentingan pribadi membuat kita berat sebelah.
Banyak luka dalam keluarga dan masyarakat lahir karena ketidakadilan. Ada anak yang merasa dibedakan, ada pekerja yang tidak diberikan haknya, ada orang kecil yang suaranya diabaikan, ada orang benar yang dikalahkan karena tidak punya kekuatan. Semua ini harus ditakuti karena Allah Maha Melihat.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adillah di antara anak-anak kalian." (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Takutlah kepada Doa Orang yang Terzalimi
Jamaah yang dirahmati Allah,
Salah satu perkara yang harus membuat hati gemetar adalah doa orang yang terzalimi. Jangan meremehkan air mata orang yang disakiti. Jangan meremehkan keluhan orang yang haknya diambil. Jangan meremehkan rintihan orang lemah yang tidak mampu membalas. Bila ia mengangkat tangan kepada Allah, tidak ada penghalang antara doanya dan Allah.
Orang yang merasa kuat di dunia harus ingat bahwa kekuatan manusia terbatas. Jabatan akan berakhir, harta akan ditinggal, tubuh akan melemah, dan semua manusia akan berdiri di hadapan Allah. Maka jangan zalimi siapa pun, karena yang tidak mampu membela diri bisa jadi dibela langsung oleh Allah.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Takutlah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dan Allah." (HR. Bukhari dan Muslim)
Orang miskin mungkin tidak mampu bersuara.
Tetapi Allah mendengar doa orang yang terzalimi.
6. Kembalikan Hak Sebelum Hari Perhitungan
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Jika kita pernah berbuat zalim, maka segeralah bertaubat. Jika ada hak orang yang kita ambil, kembalikan. Jika ada nama baik yang kita rusak, perbaiki. Jika ada ucapan yang melukai, minta maaf. Jika ada keputusan yang tidak adil, luruskan selama masih ada kesempatan.
Di dunia, kita masih bisa meminta maaf dan mengembalikan hak. Di akhirat, yang dibayar bukan uang, tetapi pahala. Maka jangan menunggu sampai catatan amal dibuka. Lebih baik merendahkan hati untuk memperbaiki sekarang daripada datang di hadapan Allah membawa tuntutan manusia.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Barang siapa memiliki kezaliman terhadap saudaranya, baik kehormatan atau sesuatu yang lain, hendaklah ia meminta kehalalan darinya hari ini." (HR. Bukhari)
Penutup Muhasabah
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Mari kita periksa diri. Apakah kita pernah mengambil hak orang lain? Apakah kita pernah menzalimi orang yang tidak kita sukai? Apakah lisan kita pernah tidak adil dalam menilai? Apakah kita pernah memanfaatkan kekuatan, jabatan, atau kedekatan untuk merugikan orang lain?
Keadilan adalah tanda takwa. Jangan zalim walau kepada orang yang tidak disukai. Jangan mengambil hak walau kepada orang yang lemah. Jangan memutarbalikkan fakta walau untuk membela diri. Jangan menyakiti kehormatan manusia walau kita sedang marah. Sebab Allah Maha Adil dan tidak ada kezaliman yang luput dari pengetahuan-Nya.
Jauhkan kami dari kezaliman kepada siapa pun, baik yang kami sukai maupun yang tidak kami sukai.
Ampuni kami jika pernah mengambil hak manusia, melukai kehormatan, atau membuat keputusan yang tidak adil.
Kuatkan kami untuk mengembalikan hak, meminta maaf, dan memperbaiki kesalahan sebelum hari hisab.
Lindungi kami dari doa orang yang terzalimi dan jadikan kami pembela kebenaran dengan rahmat.
Sebab adil itu lebih dekat kepada takwa, dan kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.
Semoga Allah menegakkan keadilan dalam hati, keluarga, masyarakat, dan negeri kita, menjauhkan kita dari kezaliman, serta memanggil kita kelak dalam keadaan husnul khatimah.
Khutbah Kedua
Semoga Bermanfaat bagi Ummat
SIPULANA Digital Khutbah Kit