Ketika Hati Rindu Ampunan Allah
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Ketika Hati Rindu Ampunan Allah
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Hati yang masih hidup akan merasa gelisah bila terlalu lama jauh dari Allah. Ia merasa berat bila dosa bertumpuk. Ia merasa malu ketika mengingat kelalaian. Ia rindu untuk kembali, rindu untuk dibersihkan, rindu untuk diampuni oleh Allah.
Rindu ampunan adalah tanda baik. Sebab tidak semua hati masih mampu merasakan pahitnya dosa. Ada hati yang sudah terbiasa dengan maksiat hingga tidak lagi merasa bersalah. Maka bila hari ini hati kita masih menyesal, masih ingin berubah, masih ingin bertaubat, itu adalah karunia besar dari Allah.
Allah berfirman:
"Dan orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka segera mengingat Allah, lalu memohon ampun atas dosa-dosa mereka." (QS. Ali 'Imran: 135)
1. Dosa Membuat Hati Gelisah
Saudaraku kaum muslimin,
Dosa mungkin terasa nikmat sesaat, tetapi meninggalkan gelisah yang panjang. Maksiat mungkin terlihat ringan saat dilakukan, tetapi ia meninggalkan bekas di hati. Semakin sering dosa diremehkan, semakin hati kehilangan cahaya.
Itulah sebabnya seorang mukmin tidak bisa tenang bila terus berada dalam dosa. Di dalam dirinya ada iman yang memanggil untuk pulang. Ada suara hati yang berkata: cukup, kembalilah kepada Allah.
Allah berfirman:
"Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka." (QS. Al-Muthaffifin: 14)
2. Istighfar adalah Jalan Membersihkan Hati
Jamaah yang dirahmati Allah,
Istighfar bukan hanya ucapan di lisan. Istighfar adalah pengakuan bahwa kita lemah. Istighfar adalah tanda bahwa kita membutuhkan Allah. Istighfar adalah cara seorang hamba mengetuk pintu ampunan dengan rendah hati.
Jangan menunggu dosa besar baru beristighfar. Jangan menunggu malam tertentu baru memohon ampun. Biasakan istighfar setiap hari, karena kita tidak tahu dosa mana yang paling berat di sisi Allah dan istighfar mana yang menjadi sebab kita diampuni.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali." (HR. Bukhari)
3. Jangan Putus Asa dari Ampunan Allah
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Salah satu tipu daya setan adalah membuat manusia putus asa. Setelah seseorang jatuh dalam dosa, setan membisikkan: “Engkau sudah terlalu jauh. Engkau tidak pantas kembali. Dosa-dosamu terlalu banyak.”
Padahal Allah Maha Pengampun. Rahmat Allah lebih luas daripada kesalahan kita. Ampunan Allah lebih besar daripada dosa yang kita bawa, selama kita datang dengan hati yang jujur dan taubat yang sungguh-sungguh.
Allah berfirman:
"Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah." (QS. Az-Zumar: 53)
Yang perlu kita malu adalah terus menjauh padahal pintu ampunan masih terbuka.
Jangan takut mengetuk pintu rahmat-Nya.
Allah mencintai hamba yang pulang dengan taubat.
4. Taubat Membutuhkan Kejujuran
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Taubat bukan sekadar ucapan, tetapi perubahan arah. Taubat yang jujur dimulai dari penyesalan, dilanjutkan dengan meninggalkan dosa, dan dijaga dengan tekad untuk tidak kembali kepada maksiat.
Memang manusia bisa jatuh lagi. Tetapi jangan jadikan kelemahan sebagai alasan untuk berhenti bertaubat. Setiap kali jatuh, bangkitlah. Setiap kali lalai, ingatlah. Setiap kali dosa datang menggoda, mintalah pertolongan Allah.
Allah berfirman:
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri." (QS. Al-Baqarah: 222)
5. Ampunan Allah Menghidupkan Harapan
Jamaah yang dirahmati Allah,
Orang yang berharap ampunan Allah tidak akan putus asa. Ia tahu bahwa masa lalu bisa gelap, tetapi masa depan masih bisa diterangi taubat. Ia tahu bahwa dosa pernah banyak, tetapi rahmat Allah lebih luas. Ia tahu bahwa dirinya lemah, tetapi Allah Maha Menguatkan.
Harapan kepada ampunan Allah membuat seorang hamba berani memulai lagi. Ia memperbaiki shalat. Ia menjaga lisan. Ia meninggalkan dosa yang dulu ia cintai. Ia memohon maaf kepada orang yang pernah ia sakiti. Ia ingin hidupnya tidak lagi sama seperti kemarin.
Bila hati rindu ketenangan, pulanglah melalui shalat.
Bila hati rindu cahaya, pulanglah melalui Al-Qur'an.
Bila hati rindu rahmat, pulanglah melalui taubat.
Jangan biarkan rindu ampunan hanya menjadi perasaan. Jadikan ia langkah nyata untuk memperbaiki diri sebelum ajal datang.
Penutup Muhasabah
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Mungkin selama ini kita terlalu banyak menyimpan dosa. Mungkin ada maksiat yang belum mampu kita tinggalkan. Mungkin ada shalat yang sering tertunda. Mungkin ada lisan yang sering menyakiti. Namun hari ini Allah masih memberi kita umur untuk kembali.
Jangan biarkan hati terus berat oleh dosa.
Jangan menunda taubat hingga datang kematian.
Jangan merasa Allah jauh, sebab Allah dekat dengan hamba yang kembali.
Ketika hati rindu ampunan Allah, segeralah pulang kepada-Nya.
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, menerima taubat kita, melembutkan hati kita, menutup aib kita, membersihkan batin kita, dan memanggil kita kelak dalam keadaan husnul khatimah.
Khutbah Kedua
Semoga Bermanfaat bagi Ummat
SIPULANA Digital Khutbah Kit