Membalas Jasa Orang Tua Hutang yang Tak Akan Pernah Lunas
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Membalas Jasa Orang Tua
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Jasa orang tua bukan perkara yang bisa dihitung dengan angka. Seorang ibu mengandung, melahirkan, menyusui, merawat, menahan sakit, menahan kantuk, dan sering mengorbankan dirinya agar anaknya baik-baik saja. Seorang ayah bekerja, menanggung beban, memikirkan nafkah, menyembunyikan letih, dan berusaha menjadi tempat berlindung bagi keluarganya.
Karena itu, membalas jasa orang tua bukan berarti mampu membayar semuanya. Membalas jasa mereka berarti berusaha bersyukur, berbuat baik, menjaga hati, mendoakan, melayani, dan tidak melupakan mereka. Anak yang beriman sadar bahwa bakti kepada orang tua bukan hanya kewajiban sosial, tetapi ibadah besar yang sangat dicintai Allah.
Allah berfirman:
"Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Kulah tempat kembali." (QS. Luqman: 14)
1. Jasa Orang Tua Tidak Terhitung oleh Harta
Saudaraku kaum muslimin,
Banyak anak merasa telah membalas jasa orang tua karena telah memberi uang bulanan, membelikan sesuatu, atau membantu kebutuhan mereka. Semua itu baik dan bernilai pahala. Tetapi jangan sampai pemberian itu membuat kita merasa telah melunasi jasa orang tua. Harta yang kita berikan tidak sebanding dengan air mata, malam tanpa tidur, lelah, doa, dan pengorbanan mereka.
Seorang anak boleh memberi banyak kepada orang tua, tetapi tetap harus rendah hati. Jangan memberi lalu merasa berjasa. Jangan membantu lalu menyebut-nyebut. Jangan melayani lalu merasa terbebani. Sebab apa pun yang kita berikan, kita tetap tidak mampu membayar seluruh jasa mereka.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Seorang anak tidak akan mampu membalas jasa orang tuanya, kecuali jika ia mendapati orang tuanya sebagai budak, lalu ia membelinya dan memerdekakannya." (HR. Muslim)
Jasa orang tua terlalu besar untuk dihitung dengan harta.
Yang dituntut dari anak adalah terus berbakti dengan rendah hati.
2. Mengingat Jasa Mereka Menumbuhkan Syukur
Jamaah yang dirahmati Allah,
Salah satu sebab anak durhaka adalah lupa. Lupa dahulu ia lemah. Lupa dahulu ia digendong. Lupa dahulu ia menangis dan orang tuanya menenangkan. Lupa dahulu ia tidak mampu makan, berjalan, berpakaian, dan menjaga diri. Ketika besar, ia merasa hidupnya dibangun oleh usaha sendiri.
Maka sering-seringlah mengingat masa kecil. Ingatlah ibu yang menyuapi. Ingatlah ayah yang mencari nafkah. Ingatlah saat kita sakit dan mereka gelisah. Ingatlah doa-doa yang mungkin tidak pernah mereka ceritakan. Mengingat jasa orang tua akan melembutkan hati dan membuat kita malu bila ingin bersikap kasar kepada mereka.
Allah berfirman:
"Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah." (QS. Luqman: 14)
3. Membalas Jasa dengan Lisan yang Mulia
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Salah satu cara membalas jasa orang tua adalah menjaga lisan. Jangan sampai orang tua yang dahulu sabar mendengar tangis kita kini harus mendengar bentakan kita. Jangan sampai mereka yang dahulu mengajari kita bicara kini terluka karena kata-kata kita. Jangan sampai mulut yang diberi makan oleh mereka menjadi mulut yang menyakiti hati mereka.
Berkatalah dengan lembut. Ucapkan terima kasih. Mintalah maaf. Doakan mereka. Jawablah panggilan mereka dengan baik. Jika berbeda pendapat, tetaplah dengan adab. Jika tidak mampu memenuhi permintaan, jelaskan dengan hormat. Lisan yang lembut adalah hadiah besar bagi orang tua.
Allah berfirman:
"Janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah', janganlah membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (QS. Al-Isra: 23)
Hadiah bisa rusak.
Tetapi kata yang lembut dapat tinggal lama sebagai ketenangan di hati orang tua.
4. Membalas Jasa dengan Pelayanan
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Ketika orang tua semakin menua, mereka membutuhkan pelayanan. Mungkin mereka tidak sekuat dahulu. Mungkin langkahnya melambat. Mungkin ingatannya melemah. Mungkin kebutuhannya bertambah. Di situlah Allah membuka pintu bakti yang sangat besar bagi anak-anaknya.
Dulu kita dilayani tanpa mampu membalas. Kini saat orang tua membutuhkan, jangan mengeluh. Jika mereka mengulang cerita, dengarkanlah. Jika mereka meminta bantuan, bantulah. Jika mereka sakit, rawatlah. Jika mereka merasa kesepian, temanilah. Pelayanan kepada orang tua adalah amal yang harum di sisi Allah.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Celakalah seseorang, celakalah seseorang, celakalah seseorang." Ditanya, "Siapa wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang yang mendapati kedua orang tuanya di usia tua, salah satu atau keduanya, tetapi ia tidak masuk surga." (HR. Muslim)
5. Membalas Jasa dengan Doa yang Tidak Putus
Jamaah yang dirahmati Allah,
Di antara balasan terbaik untuk orang tua adalah doa. Doa adalah bakti yang dapat dilakukan oleh anak kaya maupun miskin, dekat maupun jauh, lapang maupun sempit. Doa anak yang saleh bisa menjadi hadiah besar bagi orang tua, terutama saat mereka telah wafat dan tidak lagi mampu menambah amal sendiri.
Jangan biarkan nama orang tua hilang dari doa kita. Sebutlah mereka dalam sujud, setelah shalat, saat hati lembut, dan pada waktu-waktu mustajab. Jika mereka masih hidup, doakan kesehatan, keberkahan, dan hidayah. Jika mereka telah wafat, mohonkan ampun, rahmat, cahaya kubur, dan derajat yang tinggi di sisi Allah.
Allah mengajarkan doa:
"Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidikku ketika kecil." (QS. Al-Isra: 24)
Doa adalah hadiah yang sampai meskipun jarak memisahkan.
Doa adalah cahaya bagi orang tua yang telah kembali kepada Allah.
6. Membalas Jasa Setelah Mereka Wafat
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Bagi yang orang tuanya telah wafat, jangan mengira pintu bakti telah tertutup. Masih ada jalan untuk membalas jasa mereka: mendoakan, memohonkan ampun, bersedekah atas nama mereka, menunaikan janji baik mereka, menyambung silaturahim dengan kerabat dan sahabat mereka, serta menjaga nama baik keluarga.
Jadikan hidup kita sebagai bukti bahwa didikan mereka tidak sia-sia. Jadilah anak saleh yang membuat nama orang tua disebut dengan kebaikan. Jangan sampai setelah mereka wafat, kita justru meninggalkan amal buruk yang mencoreng perjuangan mereka. Sebaliknya, jadikan amal kita sebagai hadiah yang terus mengalir untuk mereka.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim)
Penutup Muhasabah
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Mari kita bertanya kepada diri sendiri. Apakah kita merasa telah cukup berbakti? Apakah kita pernah memberi lalu merasa berjasa? Apakah kita masih mudah mengeluh saat orang tua meminta bantuan? Apakah kita sering mendoakan mereka? Apakah kita sudah meminta maaf atas kelalaian kita?
Membalas jasa orang tua adalah hutang yang tak akan pernah lunas. Tetapi Allah tidak menuntut kita membayar dengan sempurna. Allah menuntut kita bersyukur, berbakti, menjaga adab, mendoakan, dan tidak menyakiti mereka. Maka selama masih ada kesempatan, perbaikilah bakti. Jangan tunggu mereka tiada baru air mata menyesal mengalir.
Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami ketika kecil.
Jangan jadikan kami anak yang lupa jasa, keras lisan, berat melayani, atau lalai mendoakan.
Jadikan kami anak yang rendah hati, tahu berterima kasih, lembut kepada orang tua, dan selalu berusaha membahagiakan mereka.
Jika mereka masih hidup, beri kami kesempatan memperbaiki bakti dan melayani mereka.
Jika mereka telah wafat, jadikan doa dan amal saleh kami sebagai cahaya bagi mereka.
Sebab jasa orang tua adalah hutang yang tak akan pernah lunas, tetapi bakti yang tulus adalah jalan syukur yang diridhai Allah.
Semoga Allah menjadikan kita anak-anak yang berbakti, tidak melupakan jasa orang tua, mengampuni kelalaian kita, dan memanggil kita kelak dalam keadaan husnul khatimah.
Khutbah Kedua
Semoga Bermanfaat bagi Ummat
SIPULANA Digital Khutbah Kit