Menjaga Hubungan dengan Sesama Jalan Indah Menuju Ridha Allah
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Menjaga Hubungan dengan Sesama
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Menjaga hubungan dengan sesama bukan perkara ringan. Setiap hari kita berinteraksi dengan keluarga, tetangga, saudara, teman kerja, jamaah masjid, pembeli, penjual, orang miskin, orang kaya, yang kita sukai, bahkan yang berbeda pendapat dengan kita. Semua interaksi itu adalah ladang amal.
Betapa banyak orang mengejar pahala di tempat yang jauh, padahal pahala besar ada di depan mata: senyum kepada saudara, menolong tetangga, menjaga lisan, memaafkan kesalahan, menutup aib, menunaikan amanah, dan tidak menyakiti manusia. Inilah jalan indah menuju ridha Allah.
Allah berfirman:
"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang miskin, tetangga dekat, tetangga jauh, dan teman sejawat." (QS. An-Nisa: 36)
1. Iman Terlihat dari Cara Kita Memperlakukan Manusia
Saudaraku kaum muslimin,
Seseorang boleh banyak berbicara tentang agama, tetapi ukuran yang nyata dari imannya tampak ketika ia berhadapan dengan manusia. Apakah ia jujur ketika berdagang? Apakah ia amanah ketika dipercaya? Apakah ia lembut kepada keluarga? Apakah ia tidak meremehkan orang miskin? Apakah ia menjaga hak tetangga?
Akhlak kepada manusia adalah cermin hati. Hati yang dekat kepada Allah akan takut menzalimi hamba Allah. Hati yang hidup akan mudah merasa kasihan, mudah meminta maaf, mudah menolong, dan tidak tega melukai. Maka jangan merasa cukup hanya dengan ibadah pribadi, bila hubungan kita dengan manusia masih penuh kezhaliman.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri." (HR. Bukhari dan Muslim)
Ia ingin orang lain juga mendapat kebaikan.
Ia tidak rela menyakiti sebagaimana ia tidak rela disakiti.
2. Jangan Menyakiti Manusia dengan Lisan dan Tangan
Jamaah yang dirahmati Allah,
Di antara bentuk menjaga hubungan dengan sesama adalah menahan diri dari menyakiti. Jangan sakiti manusia dengan lisan: ghibah, fitnah, hinaan, caci maki, sindiran, dan ucapan kasar. Jangan sakiti manusia dengan tangan: mengambil hak, menzalimi, memukul, mengganggu, atau merugikan.
Seorang muslim seharusnya membuat orang lain merasa aman. Aman dari lisannya, aman dari tangannya, aman dari penipuannya, aman dari pengkhianatannya. Bila kehadiran kita membuat orang lain takut, terluka, dan terzalimi, maka kita harus segera bermuhasabah.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya." (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Menolong Sesama adalah Jalan Dicintai Allah
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Hidup ini bukan hanya tentang diri sendiri. Ada orang yang membutuhkan bantuan, ada tetangga yang kesulitan, ada saudara yang sedang sempit, ada anak yatim yang menunggu perhatian, ada orang tua yang butuh disapa, ada orang sakit yang butuh dikunjungi. Dalam semua itu ada pintu pahala.
Jangan meremehkan pertolongan kecil. Sepiring makanan, satu nasihat lembut, sedikit bantuan, doa yang tulus, menyingkirkan gangguan dari jalan, atau menenangkan hati orang yang sedih, semuanya bisa menjadi amal besar bila dilakukan dengan ikhlas karena Allah.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya." (HR. Muslim)
belajarlah menjadi sebab pertolongan bagi orang lain.
Karena kebaikan kepada manusia tidak pernah hilang di sisi Allah.
4. Memaafkan dan Menutup Aib adalah Akhlak Mulia
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Dalam pergaulan, pasti ada salah paham, ucapan yang kurang tepat, janji yang terlupa, atau sikap yang melukai. Bila setiap kesalahan dibalas dengan dendam, maka hidup akan penuh permusuhan. Karena itu, Islam mengajarkan maaf, kelapangan hati, dan menutup aib.
Memaafkan bukan berarti membiarkan kezaliman. Tetapi memaafkan adalah membersihkan hati dari dendam ketika jalan perbaikan masih terbuka. Menutup aib bukan berarti membenarkan dosa. Tetapi menutup aib adalah menjaga kehormatan sesama selama tidak ada kebutuhan syar'i untuk membukanya.
Allah berfirman:
"Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Tidakkah kamu suka Allah mengampunimu?" (QS. An-Nur: 22)
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Barang siapa menutupi aib seorang muslim, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat." (HR. Muslim)
5. Hubungan Baik Membawa Keberkahan Hidup
Jamaah yang dirahmati Allah,
Orang yang menjaga hubungan dengan sesama akan merasakan banyak keberkahan. Hatinya lebih tenang, hidupnya lebih luas, doanya lebih mudah mengalir dari lisan orang lain, dan kehadirannya dikenang sebagai kebaikan. Ia tidak selalu kaya harta, tetapi kaya manfaat.
Jadilah manusia yang jika hadir membawa sejuk, jika berbicara membawa manfaat, jika dipercaya menjaga amanah, jika berbeda tetap beradab, dan jika pergi meninggalkan kesan baik. Karena umur kita singkat, tetapi bekas akhlak kita dapat terus hidup dalam doa manusia.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Ar-Rahman. Sayangilah yang ada di bumi, niscaya Yang di langit akan menyayangi kalian." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Siapa yang ingin disayangi Allah, hendaklah ia belajar menyayangi hamba-hamba Allah.
Penutup Muhasabah
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Mari kita periksa hubungan kita dengan sesama. Apakah keluarga merasa aman dari lisan kita? Apakah tetangga merasa nyaman dengan kehadiran kita? Apakah orang yang pernah berurusan dengan kita merasakan amanah dan kejujuran? Apakah kita lebih sering menolong atau menyulitkan?
Jangan hanya sibuk memperindah ibadah yang terlihat, tetapi lupa memperbaiki akhlak yang dirasakan manusia. Jangan hanya mengejar ridha Allah dengan sujud, tetapi melukai hamba Allah dengan lisan dan tangan. Sebab jalan menuju ridha Allah juga terbuka melalui kebaikan kepada manusia.
Jagalah lisan kami dari menyakiti, tangan kami dari menzalimi, dan hati kami dari merendahkan orang lain.
Jadikan kami hamba yang amanah, jujur, penyayang, mudah memaafkan, dan ringan menolong.
Tutupilah aib kami sebagaimana Engkau ajarkan kami menutup aib saudara kami.
Jadikan keberadaan kami membawa manfaat, bukan membawa luka.
Sebab menjaga hubungan dengan sesama adalah jalan indah menuju ridha Allah, dan akhlak yang baik adalah cahaya iman yang tampak di hadapan manusia.
Semoga Allah memperindah akhlak kita, memperbaiki hubungan kita dengan keluarga dan masyarakat, menjauhkan kita dari kezaliman, dan memanggil kita kelak dalam keadaan husnul khatimah.
Khutbah Kedua
Semoga Bermanfaat bagi Ummat
SIPULANA Digital Khutbah Kit