Menjaga Pandangan dan Kesetiaan Benteng Cinta dalam Pernikahan
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Menjaga Pandangan dan Kesetiaan
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Kesetiaan bukan hanya tidak berbuat zina. Kesetiaan dimulai dari menjaga mata, menjaga hati, menjaga komunikasi, menjaga batas pergaulan, dan menjaga rahasia rumah tangga. Seorang suami yang setia tidak membiarkan matanya liar. Seorang istri yang setia tidak membiarkan hatinya mencari perhatian yang tidak halal.
Pernikahan adalah amanah. Ketika seseorang menikah, ia tidak hanya membawa cinta, tetapi juga janji untuk menjaga kehormatan, menjaga kepercayaan, dan menutup pintu yang dapat merusak rumah. Maka siapa yang ingin rumah tangganya berkah harus belajar menjaga pandangan sebelum menjaga yang lebih besar.
Allah berfirman:
"Katakanlah kepada orang-orang beriman laki-laki agar mereka menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluannya. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka." (QS. An-Nur: 30)
Allah juga berfirman:
"Katakanlah kepada perempuan-perempuan beriman agar mereka menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluannya." (QS. An-Nur: 31)
1. Pandangan adalah Pintu Hati
Saudaraku kaum muslimin,
Banyak kerusakan hati bermula dari pandangan yang dibiarkan. Mata melihat, hati membayangkan, pikiran mengulang, lalu muncul rasa yang tidak seharusnya tumbuh. Karena itu, Islam tidak hanya melarang dosa besar, tetapi menutup jalan menuju dosa.
Menundukkan pandangan bukan berarti menutup mata dari dunia, tetapi mengendalikan mata dari sesuatu yang mengundang fitnah. Seorang suami yang menjaga pandangan sedang menjaga hati istrinya. Seorang istri yang menjaga pandangan sedang menjaga amanah suaminya. Keduanya sedang menjaga rumah dari api yang kecil tetapi bisa membesar.
Allah berfirman:
"Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu perbuatan keji dan jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32)
Maka menjaga pandangan adalah bagian dari menutup pintu kerusakan sebelum ia menjadi dosa yang lebih besar.
2. Kesetiaan Dijaga dengan Batas Pergaulan
Jamaah yang dirahmati Allah,
Kesetiaan tidak cukup dengan niat baik bila batas pergaulan tidak dijaga. Banyak hubungan yang salah bermula dari percakapan yang dianggap biasa, perhatian yang dianggap wajar, curhat yang terlalu pribadi, dan komunikasi yang tidak seharusnya dilakukan tanpa kebutuhan yang jelas.
Suami dan istri harus menjaga batas. Jangan memberi perhatian khusus kepada yang bukan hak. Jangan mencari kenyamanan emosional kepada orang lain ketika sedang kecewa kepada pasangan. Jangan membuka celah komunikasi rahasia yang dapat menumbuhkan rasa. Rumah tangga akan aman bila amanah dijaga sejak pintu kecil.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagi anak Adam bagiannya dari zina. Zina mata adalah melihat, zina lisan adalah berbicara, dan jiwa berangan-angan serta menginginkan." (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Jangan Membandingkan Pasangan dengan Orang Lain
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Salah satu pintu rusaknya kesetiaan adalah kebiasaan membandingkan pasangan. Suami membandingkan istrinya dengan perempuan lain. Istri membandingkan suaminya dengan laki-laki lain. Dari perbandingan itu lahir ketidaksyukuran, lalu pasangan di rumah tampak penuh kekurangan.
Padahal orang lain hanya terlihat dari luar. Kita tidak tahu kekurangan, ujian, dan sisi tersembunyi mereka. Sementara pasangan kita adalah amanah nyata yang Allah titipkan. Maka tutuplah pintu perbandingan yang merusak syukur. Lihatlah pasangan dengan adil: ada kekurangan, tetapi ada pula kebaikan, pengorbanan, dan amanah yang harus dihargai.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah. Jika ia tidak menyukai satu akhlak darinya, ia akan ridha pada akhlak yang lain." (HR. Muslim)
Mensyukuri kebaikan pasangan menguatkan cinta.
Jangan biarkan mata kepada orang lain membuat hati buta terhadap nikmat di rumah sendiri.
4. Kesetiaan adalah Amanah yang Akan Ditanya
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Dalam pernikahan, pasangan memberikan kepercayaan. Kepercayaan itu mahal. Jangan mengkhianatinya dengan hubungan tersembunyi, pesan rahasia, perhatian yang tidak pantas, atau perilaku yang bila diketahui pasangan akan melukai hatinya.
Seorang mukmin harus bertanya kepada dirinya: apakah yang kulakukan ini ridha Allah? Apakah aku rela jika pasanganku melakukan hal yang sama? Apakah aku berani bila semua ini dibuka di hadapan Allah? Pertanyaan seperti ini dapat menjadi pagar bagi hati yang hampir tergelincir.
Allah berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul, dan janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui." (QS. Al-Anfal: 27)
5. Rawat Cinta Halal dengan Taqwa
Jamaah yang dirahmati Allah,
Cinta halal dalam pernikahan harus dirawat. Jangan hanya menjaga diri dari yang haram, tetapi rawat pula yang halal. Suami perlu memberi perhatian kepada istri. Istri perlu menghargai suami. Keduanya perlu berbicara baik, saling mendoakan, saling mempercantik akhlak, dan tidak membiarkan hati pasangan kering dari kasih sayang.
Kadang seseorang mudah tergoda karena rumahnya sendiri tidak dirawat dengan rahmat. Maka jangan biarkan pasangan mencari perhatian di luar karena perhatian di rumah selalu kosong. Bicaralah, dengarkanlah, doakanlah, dan perbaiki kedekatan dengan cara yang Allah ridai.
Allah berfirman:
"Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka." (QS. Al-Baqarah: 187)
Begitulah suami dan istri seharusnya saling menjaga.
Jangan biarkan yang haram merusak cinta halal yang Allah muliakan.
Penutup Muhasabah
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Mari kita periksa diri. Apakah pandangan kita sudah terjaga? Apakah komunikasi kita dengan yang bukan mahram sudah aman dari fitnah? Apakah hati kita masih setia kepada amanah pernikahan? Apakah kita lebih banyak membandingkan pasangan atau mensyukuri kebaikannya?
Jangan tunggu rumah tangga retak baru menyesal. Jaga mata sebelum hati tergelincir. Jaga komunikasi sebelum rasa tumbuh. Jaga batas sebelum amanah rusak. Jaga pasangan yang halal sebelum Allah mencabut keberkahan karena kita meremehkan pintu-pintu fitnah.
Jagalah hati kami dari khianat dan rasa yang tidak Engkau ridai.
Teguhkan kesetiaan suami istri dalam rumah tangga kami.
Jauhkan keluarga kami dari fitnah, zina, dan pintu-pintu kerusakan.
Jadikan pasangan kami pakaian yang saling menutup, melindungi, dan menguatkan dalam taat.
Sebab kesetiaan yang paling kuat bukan hanya karena cinta kepada pasangan, tetapi karena takut kepada Allah yang melihat semua yang tersembunyi.
Semoga Allah menjaga kehormatan keluarga kita, menutup pintu fitnah dari rumah tangga kita, meneguhkan kesetiaan suami istri kaum muslimin, menjadikan rumah kita sakinah, dan memanggil kita kelak dalam keadaan husnul khatimah.
Khutbah Kedua
Semoga Bermanfaat bagi Ummat
SIPULANA Digital Khutbah Kit