Penyakit Putus Asa Ketika Hati Lupa Luasnya Rahmat Allah
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Penyakit Putus Asa
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Putus asa adalah ketika hati berhenti berharap kepada Allah. Ia berkata, dosaku terlalu besar. Hidupku terlalu rusak. Doaku tidak mungkin dikabulkan. Keadaanku tidak mungkin berubah. Padahal kalimat-kalimat seperti itu membuat hati semakin jauh dari rahmat Allah.
Seorang hamba boleh sedih. Seorang hamba boleh menangis. Seorang hamba boleh merasa lemah. Tetapi seorang hamba tidak boleh memutus harapan dari Allah. Karena selama Allah masih memberi napas, selama pintu taubat belum tertutup, selama hati masih ingin kembali, maka rahmat Allah masih terbuka.
Allah berfirman:
"Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya." (QS. Az-Zumar: 53)
1. Putus Asa Membuat Hati Menjauh dari Taubat
Saudaraku kaum muslimin,
Setan sangat senang ketika manusia berdosa. Tetapi setan lebih senang lagi bila setelah berdosa, manusia merasa tidak layak kembali kepada Allah. Ia membisikkan, percuma bertaubat, dosamu terlalu banyak, Allah tidak akan menerimamu.
Padahal Allah mencintai hamba yang bertaubat. Dosa besar sekalipun tidak lebih besar daripada ampunan Allah bila hamba benar-benar kembali. Jangan jadikan dosa sebagai alasan menjauh, tetapi jadikan dosa sebagai alasan untuk lebih cepat mengetuk pintu taubat.
Allah berfirman:
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri." (QS. Al-Baqarah: 222)
Dosa harus membuatmu berlari kepada Allah.
Karena yang menyembuhkan luka maksiat adalah taubat yang jujur.
2. Putus Asa Membuat Ujian Terasa Tanpa Makna
Jamaah yang dirahmati Allah,
Ketika ujian datang bertubi-tubi, hati bisa lelah. Sakit belum sembuh, rezeki belum lapang, masalah keluarga belum selesai, doa terasa belum terjawab. Dalam keadaan seperti itu, setan ingin hati berkata: Allah meninggalkanku.
Padahal ujian bukan tanda Allah membenci. Bisa jadi ujian adalah cara Allah membersihkan dosa, menaikkan derajat, melembutkan hati, atau mengembalikan hamba yang terlalu jauh. Banyak jalan pulang kepada Allah dimulai dari tangis yang lahir karena ujian.
Allah berfirman:
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah: 5-6)
3. Doa yang Belum Terjawab Bukan Berarti Ditolak
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Banyak orang mulai putus asa karena merasa doanya belum dikabulkan. Ia telah meminta, tetapi keadaan belum berubah. Ia telah menangis, tetapi jalan keluar belum tampak. Lalu hatinya mulai lemah dan bertanya, apakah Allah mendengar?
Ketahuilah, Allah Maha Mendengar. Namun jawaban Allah tidak selalu datang sesuai waktu dan bentuk yang kita inginkan. Bisa jadi Allah memberi lebih baik daripada yang kita minta. Bisa jadi Allah menunda karena waktu terbaik belum tiba. Bisa jadi Allah mengganti doa itu dengan keselamatan yang tidak kita sadari.
Allah berfirman:
"Tuhanmu berfirman, berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan bagimu." (QS. Ghafir: 60)
Doa adalah ibadah.
Doa adalah tanda hati masih berharap.
Doa adalah tali yang menghubungkan hamba lemah dengan Rabb Yang Maha Kuat.
4. Putus Asa Bukan Sifat Orang Beriman
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Orang beriman boleh jatuh, tetapi ia bangkit dengan taubat. Orang beriman boleh menangis, tetapi ia tetap berharap kepada Allah. Orang beriman boleh lemah, tetapi ia tidak memutus harapan. Karena ia tahu bahwa Allah lebih penyayang kepada hamba-Nya daripada siapa pun.
Putus asa adalah tanda hati lupa kepada keluasan rahmat Allah. Karena itu Nabi Ya'qub Alaihis Salam menasihati anak-anaknya agar tidak berputus asa dari rahmat Allah, meskipun keadaan tampak sulit dan kehilangan terasa sangat berat.
Allah berfirman:
"Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali kaum yang kafir." (QS. Yusuf: 87)
5. Obat Putus Asa adalah Mengenal Rahmat Allah
Jamaah yang dirahmati Allah,
Obat putus asa adalah kembali mengenal Allah. Allah Maha Pengampun. Allah Maha Penyayang. Allah Maha Membuka pintu taubat. Allah tidak bosan mengampuni, meskipun hamba sering jatuh, selama ia kembali dengan jujur.
Obatnya juga dengan memperbanyak istighfar, memperbaiki shalat, membaca Al-Qur'an, berkumpul dengan orang saleh, dan mengurangi kesendirian yang membuat bisikan gelap semakin kuat. Jangan biarkan hati yang sedang lemah berjalan sendirian tanpa cahaya dzikir dan nasihat.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Sungguh Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada seseorang yang menemukan kembali untanya yang hilang di padang luas." (HR. Bukhari dan Muslim)
Katakan: Allah masih memanggilku pulang.
Jangan berkata: dosaku terlalu banyak.
Katakan: ampunan Allah jauh lebih luas.
Jangan berkata: tidak ada harapan.
Katakan: selama Allah ada, harapan tidak pernah mati.
Penutup Muhasabah
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Mari kita periksa hati. Apakah kita pernah merasa tidak mungkin diampuni? Apakah kita pernah merasa doa tidak didengar? Apakah ujian membuat kita menjauh dari Allah? Apakah dosa membuat kita berhenti bertaubat?
Jangan biarkan putus asa menjadi pintu kedua setelah dosa. Dosa adalah luka, tetapi putus asa membuat luka itu semakin dalam. Kembalilah kepada Allah. Bertaubatlah. Berdoalah. Bersabarlah. Percayalah bahwa rahmat Allah lebih luas daripada kesempitan hati kita.
Ampuni dosa-dosa kami yang membuat kami malu kepada-Mu.
Kuatkan kami dalam ujian yang Engkau tetapkan.
Hidupkan harapan kami dengan iman dan taubat.
Jangan jauhkan kami dari pintu ampunan-Mu.
Sebab selama Allah masih membuka pintu taubat, tidak ada hati yang boleh berhenti berharap.
Semoga Allah mengangkat kesedihan kita, menguatkan hati kita, menerima taubat kita, mengampuni dosa-dosa kita, memberi jalan keluar dari setiap kesulitan, dan memanggil kita kelak dalam keadaan husnul khatimah.
Khutbah Kedua
Semoga Bermanfaat bagi Ummat
SIPULANA Digital Khutbah Kit