Pernikahan Sampai Surga Ketika Suami Istri Saling Menuntun kepada Allah
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Pernikahan Sampai Surga
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Pernikahan dalam Islam bukan hanya ikatan cinta antara dua manusia. Ia adalah ibadah panjang, amanah besar, dan perjalanan menuju Allah. Suami dan istri bukan hanya teman makan, teman tidur, dan teman mengurus dunia. Mereka seharusnya menjadi teman taat, teman sabar, teman memperbaiki diri, dan teman saling mengingatkan jalan pulang kepada Allah.
Pernikahan sampai surga berarti suami tidak rela istrinya jauh dari Allah, dan istri tidak rela suaminya lalai dari Allah. Keduanya saling menolong dalam shalat, menjaga lisan, mencari nafkah halal, mendidik anak, memaafkan kesalahan, dan kembali kepada Allah saat rumah tangga diuji.
Allah berfirman:
"Orang-orang yang beriman dan keturunan mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan keturunan mereka dengan mereka." (QS. Ath-Thur: 21)
1. Tujuan Pernikahan Bukan Hanya Bahagia di Dunia
Saudaraku kaum muslimin,
Dunia ini sementara. Kecantikan memudar, kekuatan melemah, harta bisa berkurang, anak-anak akan tumbuh dan pergi dengan kehidupannya. Jika rumah tangga hanya dibangun untuk dunia, maka ia mudah rapuh saat dunia berubah. Tetapi bila rumah tangga dibangun untuk Allah, maka ujian dunia menjadi jalan mendewasakan iman.
Suami istri hendaknya sering bertanya: apakah rumah tangga ini membuat kami semakin dekat kepada Allah? Apakah cinta kami membuat kami lebih mudah beribadah? Apakah kesibukan kami membangun dunia tidak mengorbankan akhirat? Pertanyaan ini penting agar pernikahan tidak kehilangan arah.
Allah berfirman:
"Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya." (QS. Ali Imran: 185)
Tetapi rumah tangga yang dibangun dengan iman berharap disambung oleh Allah hingga surga.
2. Suami Istri Saling Menjaga dari Neraka
Jamaah yang dirahmati Allah,
Cinta yang benar tidak membiarkan pasangan jatuh dalam maksiat. Cinta yang benar tidak diam ketika pasangan meninggalkan shalat, mencari rezeki haram, membuka aurat tanpa rasa malu, menyakiti orang lain, atau lalai dari Allah. Cinta yang benar menasihati dengan lembut, mendoakan dengan tulus, dan membimbing dengan sabar.
Suami yang mencintai istrinya tidak hanya memberi nafkah dunia, tetapi juga mengajak kepada taat. Istri yang mencintai suaminya tidak hanya melayani urusan rumah, tetapi juga mengingatkan kepada Allah. Keduanya saling menjaga agar keluarga tidak berjalan menuju api neraka.
Allah berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka." (QS. At-Tahrim: 6)
3. Saling Menasihati dengan Lembut dan Sabar
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Menuntun pasangan kepada Allah tidak boleh dilakukan dengan kasar. Nasihat yang benar harus disampaikan dengan adab. Jangan menjadikan agama sebagai alat memukul hati pasangan. Jangan merasa paling saleh lalu merendahkan. Jangan membimbing dengan hinaan. Sebab hati yang terluka sulit menerima kebenaran.
Nasihatilah pasangan sebagaimana kita ingin dinasihati: dengan lembut, pada waktu yang tepat, dengan niat memperbaiki, bukan memenangkan diri. Jika pasangan belum berubah, jangan cepat putus asa. Doakan, teladankan, ulangi dengan hikmah, dan serahkan hasilnya kepada Allah.
Allah berfirman:
"Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik." (QS. An-Nahl: 125)
Tuntunlah dengan hikmah, doa, teladan, dan kesabaran.
Sebab jalan menuju Allah adalah jalan rahmat.
4. Jadikan Ibadah sebagai Napas Rumah Tangga
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Rumah tangga yang ingin sampai surga harus menghidupkan ibadah di dalamnya. Shalat dijaga. Al-Qur'an dibaca. Dzikir dihidupkan. Doa dibiasakan. Anak-anak dikenalkan kepada Allah. Rezeki dijaga kehalalannya. Lisan dilatih untuk baik. Kesalahan diselesaikan dengan maaf.
Rumah yang hanya diisi urusan dunia akan mudah kering. Tetapi rumah yang diisi ibadah akan memiliki cahaya. Mungkin tetap ada lelah dan masalah, tetapi hati lebih mudah kembali kepada Allah. Suami istri yang biasa beribadah bersama akan lebih mudah saling mengingatkan saat salah.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun malam lalu shalat dan membangunkan istrinya. Dan Allah merahmati seorang perempuan yang bangun malam lalu shalat dan membangunkan suaminya." (HR. Abu Dawud)
5. Doakan agar Keluarga Dikumpulkan dalam Surga
Jamaah yang dirahmati Allah,
Di antara doa terindah adalah memohon agar Allah menjadikan pasangan dan keturunan sebagai penyejuk mata. Bukan hanya karena cantik, tampan, cerdas, atau sukses dunia, tetapi karena mereka berjalan di atas iman. Orang tua yang beriman ingin melihat anaknya selamat. Suami yang beriman ingin melihat istrinya selamat. Istri yang beriman ingin melihat suaminya selamat.
Maka perbanyaklah doa untuk keluarga. Doakan pasangan dalam sujud. Doakan anak-anak dalam sepertiga malam. Doakan orang tua dan keturunan. Mintalah agar Allah tidak memisahkan kita dari orang-orang yang kita cintai di akhirat, dan agar cinta yang halal di dunia disempurnakan dalam surga.
Doa orang-orang beriman:
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan kami sebagai penyejuk mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqan: 74)
Tetapi berkata dalam doa, "Ya Allah, kumpulkan kami kembali dalam surga-Mu."
Penutup Muhasabah
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Mari kita periksa rumah tangga kita. Apakah pasangan kita semakin dekat kepada Allah karena hidup bersama kita? Apakah anak-anak mengenal shalat dari rumah kita? Apakah rezeki yang kita bawa pulang halal? Apakah cinta kita membuat keluarga semakin taat atau justru semakin lalai?
Jangan puas hanya menjadi pasangan dunia. Jadilah pasangan yang saling menuntun kepada Allah. Jika pasangan lemah, kuatkan. Jika pasangan salah, nasihati. Jika pasangan lelah, doakan. Jika rumah diuji, kembalikan kepada Allah. Sebab pernikahan yang paling indah adalah pernikahan yang menjadi jalan menuju surga.
Jadikan suami istri saling menuntun kepada taat, bukan saling menyeret kepada lalai.
Hidupkan shalat, Al-Qur'an, dzikir, doa, dan akhlak mulia di rumah kami.
Jaga pasangan dan anak keturunan kami dari api neraka.
Kumpulkan kami bersama orang-orang yang kami cintai dalam surga-Mu dengan rahmat-Mu.
Sebab pernikahan yang paling mulia bukan hanya yang bertahan sampai akhir usia, tetapi yang saling menggandeng menuju ridha Allah dan surga-Nya.
Semoga Allah memberkahi rumah tangga kaum muslimin, menyatukan hati suami istri dalam ketaatan, menjaga anak keturunan kita dalam iman, mengampuni dosa-dosa keluarga kita, dan memanggil kita kelak dalam keadaan husnul khatimah.
Khutbah Kedua
Semoga Bermanfaat bagi Ummat
SIPULANA Digital Khutbah Kit