Saat Ujian Menjadi Jalan Pulang kepada Allah
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Saat Ujian Menjadi Jalan Pulang kepada Allah
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Ujian bukan selalu tanda Allah membenci seorang hamba. Kadang ujian adalah cara Allah membersihkan dosa, mengangkat derajat, melembutkan hati, dan menarik seorang hamba yang mulai jauh agar kembali kepada-Nya.
Betapa banyak orang baru sungguh-sungguh berdoa setelah diuji. Betapa banyak orang baru menjaga shalat setelah hatinya terluka. Betapa banyak orang baru menangis di atas sajadah setelah dunia tidak lagi memberi tempat bersandar.
Allah berfirman:
"Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 155)
1. Ujian adalah Kepastian dalam Hidup
Saudaraku kaum muslimin,
Jangan heran bila orang beriman diuji. Iman bukan berarti hidup bebas dari masalah. Iman adalah cahaya yang membuat seseorang tetap berjalan ketika masalah datang. Iman adalah pegangan saat dunia terasa goyah.
Orang yang rajin shalat tetap bisa diuji. Orang yang baik tetap bisa difitnah. Orang yang dermawan tetap bisa sakit. Orang yang dekat dengan Allah tetap bisa menangis. Sebab dunia ini bukan surga. Dunia adalah tempat ujian, sedangkan akhirat adalah tempat pembalasan.
Allah berfirman:
"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman,' sedangkan mereka tidak diuji?" (QS. Al-'Ankabut: 2)
2. Ujian Menghapus Dosa
Jamaah yang dirahmati Allah,
Di antara rahmat Allah kepada hamba-Nya adalah Allah menjadikan sakit, sedih, lelah, gelisah, dan kesulitan sebagai sebab penghapus dosa bagi orang yang bersabar. Tidak ada luka yang sia-sia bila seorang hamba menerimanya dengan iman.
Manusia mungkin hanya melihat sakit sebagai derita. Tetapi seorang mukmin melihat bahwa di balik sakit ada peluang ampunan. Manusia mungkin melihat kehilangan sebagai kesedihan. Tetapi seorang mukmin berharap, semoga dengan kehilangan itu Allah menggugurkan dosa dan mengganti dengan yang lebih baik.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, sakit, kekhawatiran, kesedihan, gangguan, atau kegundahan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah menghapus sebagian kesalahannya dengan sebab itu." (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Sabar Bukan Berarti Tidak Menangis
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Sabar bukan berarti hati tidak sakit. Sabar bukan berarti mata tidak boleh menangis. Sabar bukan berarti kita tidak merasakan beratnya ujian. Sabar adalah menjaga adab kepada Allah ketika hati sedang terluka.
Sabar adalah ketika lisan tidak mencela takdir. Sabar adalah ketika kita tetap shalat meski dada terasa sempit. Sabar adalah ketika kita tetap berharap kepada Allah meski jalan keluar belum terlihat.
Allah berfirman:
"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153)
Bersedihlah, tetapi jangan menjauh dari Allah.
Lelahlah, tetapi jangan tinggalkan shalat.
Terlukalah, tetapi tetap yakin bahwa Allah Maha Menyembuhkan.
4. Ujian Mengajarkan Kita untuk Bergantung kepada Allah
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Kadang Allah mengizinkan dunia terasa sempit agar kita sadar bahwa kelapangan sejati datang dari-Nya. Kadang Allah membuat manusia tidak mampu menolong kita agar kita belajar menggantungkan hati hanya kepada-Nya.
Selama hidup terasa mudah, sebagian manusia lupa berdoa. Tetapi ketika ujian datang, barulah tangan terangkat, mata basah, dan hati mulai berkata: Ya Allah, aku tidak mampu tanpa-Mu.
Allah berfirman:
"Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkannya." (QS. Ath-Thalaq: 3)
5. Jadikan Ujian sebagai Jalan Pulang
Jamaah yang dirahmati Allah,
Ujian bisa membuat seseorang semakin jauh, tetapi juga bisa membuat seseorang semakin dekat. Tergantung ke mana ia membawa luka hatinya. Bila luka dibawa kepada keluhan tanpa iman, ia bisa menjadi putus asa. Tetapi bila luka dibawa ke sajadah, ia bisa menjadi jalan pulang kepada Allah.
Maka ketika diuji, jangan lari kepada maksiat. Jangan lari kepada kemarahan yang merusak. Jangan lari kepada putus asa. Larilah kepada Allah. Perbaiki shalat. Perbanyak istighfar. Bacalah Al-Qur'an. Mohonlah pertolongan pada waktu-waktu mustajab.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya baik. Jika mendapat kesenangan ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ditimpa kesusahan ia bersabar, maka itu baik baginya." (HR. Muslim)
Bila kesedihan membuat kita banyak berdoa, itu jalan pulang.
Bila kehilangan membuat kita sadar bahwa dunia hanya titipan, itu pelajaran.
Bila luka membuat kita kembali kepada Allah, maka luka itu tidak sia-sia.
Penutup Muhasabah
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Mungkin di antara kita ada yang sedang diuji. Ada yang diuji dengan sakit, rezeki, keluarga, pekerjaan, kehilangan, atau beban hati yang sulit diceritakan. Ingatlah, Allah tahu. Allah melihat. Allah mendengar. Tidak ada air mata yang jatuh kecuali Allah mengetahuinya.
Jadikan ujian sebagai jalan pulang.
Jadikan sabar sebagai pakaian hati.
Jadikan shalat sebagai tempat mengadu.
Jadikan doa sebagai tali harapan.
Sebab bersama Allah, tidak ada luka yang sia-sia.
Semoga Allah menguatkan hati kita, menyembuhkan luka kita, melapangkan urusan kita, menerima doa-doa kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan setiap ujian sebagai sebab kita semakin dekat kepada-Nya.
Khutbah Kedua
Semoga Bermanfaat bagi Ummat
SIPULANA Digital Khutbah Kit