Tiga Panggilan yang Tidak Bisa Ditolak
Jumat

Tiga Panggilan yang Tidak Bisa Ditolak

Habib Ismail Al Qadri 06 Jul 2026
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Khutbah Pertama

Tiga Panggilan yang Tidak Bisa Ditolak

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Panggilan pertama masih sering kita tunda, yaitu azan. Panggilan kedua tidak bisa kita tunda, yaitu kematian. Panggilan ketiga tidak bisa kita hindari, yaitu hari kebangkitan.

Orang yang bijak adalah orang yang menjawab panggilan pertama sebelum datang panggilan kedua dan ketiga. Ia menjawab azan dengan shalat, menjawab umur dengan taubat, dan menjawab hidup dengan amal saleh.

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

"Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu." (QS. Al-Anfal: 24)

Seruan Allah bukan untuk menyusahkan hamba-Nya. Seruan Allah adalah kehidupan bagi hati. Siapa yang menjawab panggilan Allah, hatinya akan hidup. Siapa yang terus menunda, ia sedang membiarkan hatinya menjauh dari sumber kehidupan.

1. Panggilan Azan: Panggilan yang Sering Ditunda

Saudaraku kaum muslimin,

Setiap hari azan berkumandang. Ia memanggil kita bukan kepada urusan dunia, tetapi kepada perjumpaan dengan Allah. Ia memanggil kita meninggalkan kesibukan sejenak, merendahkan diri, dan bersujud kepada Tuhan yang memberi hidup, rezeki, dan napas.

Namun betapa sering panggilan azan kita tunda. Kita berkata, “Sebentar lagi.” “Nanti setelah selesai.” “Masih ada waktu.” Padahal bila panggilan dunia datang, kita sering bersegera. Bila panggilan pekerjaan datang, kita bergegas. Bila panggilan manusia penting datang, kita segera menjawab. Tetapi ketika Allah memanggil melalui azan, hati kita kadang berat melangkah.

Allah berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

"Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisa: 103)

Azan adalah panggilan kasih sayang. Allah memanggil kita untuk membersihkan dosa, menenangkan hati, menguatkan iman, dan mengingatkan bahwa hidup tidak boleh hanya diisi dengan dunia.

Maka jangan biasakan menunda shalat. Sebab siapa yang terbiasa menunda panggilan azan, dikhawatirkan hatinya semakin berat menjawab panggilan Allah.

2. Panggilan Kematian: Panggilan yang Tidak Bisa Ditunda

Jamaah yang dirahmati Allah,

Berbeda dengan azan yang masih sering kita tunda, kematian adalah panggilan yang tidak memberi kesempatan untuk menawar. Ketika ajal datang, tidak ada yang bisa berkata, “Tunggu sebentar.” Tidak ada yang bisa meminta tambahan waktu untuk menyelesaikan urusan dunia. Tidak ada yang bisa menunda agar sempat memperbaiki shalat yang selama ini dilalaikan.

Kematian datang kepada orang tua dan muda, orang sehat dan sakit, orang kaya dan miskin, orang yang siap dan yang belum siap. Semua akan dipanggil. Yang berbeda hanyalah bekal yang dibawa.

Allah berfirman:

فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

"Apabila ajal mereka telah datang, mereka tidak dapat menundanya sesaat pun dan tidak pula mendahulukannya." (QS. Al-A'raf: 34)

Bila azan masih bisa kita tunda, kematian tidak bisa ditunda. Bila shalat masih bisa kita perbaiki hari ini, setelah mati tidak ada lagi kesempatan memperbaiki. Maka jangan tunggu panggilan kematian untuk sadar betapa berharganya panggilan azan.

3. Panggilan Kubur: Saat Manusia Ditinggalkan

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Setelah kematian, manusia akan diantar ke tempat yang sunyi. Keluarga mengantar, sahabat mengantar, tetangga mengantar. Tetapi setelah tanah menutup jasad, semua akan pulang. Yang tinggal bersama kita hanyalah amal.

Di sanalah manusia baru merasakan bahwa yang dahulu dibanggakan tidak menemani. Harta kembali. Keluarga kembali. Jabatan hilang. Nama besar tidak lagi berguna. Yang menemani hanya shalat, sedekah, dzikir, taubat, dan amal yang diterima Allah.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ، يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ

"Mayit diikuti oleh tiga perkara; dua kembali dan satu tetap bersamanya. Keluarganya, hartanya, dan amalnya mengikutinya. Keluarga dan hartanya kembali, sedangkan amalnya tetap bersamanya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka jadikan shalat sebagai teman kubur.
Jadikan sedekah sebagai cahaya.
Jadikan istighfar sebagai pembersih dosa.
Jadikan Al-Qur'an sebagai penyejuk hati.
Jadikan taubat sebagai jalan pulang sebelum terlambat.

4. Panggilan Kebangkitan: Saat Semua Manusia Berdiri

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Setelah kubur, akan datang panggilan yang lebih besar: panggilan kebangkitan. Seluruh manusia akan dibangunkan dari kuburnya. Tidak ada yang tertinggal. Tidak ada yang bisa sembunyi. Tidak ada yang bisa meminta diwakilkan.

Hari itu adalah hari ketika semua rahasia terbuka. Amal kecil dan besar diperlihatkan. Lisan, tangan, kaki, dan anggota badan menjadi saksi. Manusia berdiri menunggu keputusan Allah.

Allah berfirman:

يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

"Pada hari ketika manusia berdiri menghadap Tuhan seluruh alam." (QS. Al-Muthaffifin: 6)

Allah juga berfirman:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ ۝ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

"Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah niscaya dia akan melihatnya, dan barang siapa mengerjakan keburukan seberat zarrah niscaya dia akan melihatnya." (QS. Az-Zalzalah: 7-8)

Bila hari itu pasti datang, maka jangan isi hidup hanya dengan yang akan hilang. Isi hidup dengan amal yang akan kita lihat kembali di hadapan Allah.

5. Jawablah Panggilan Allah Sebelum Terlambat

Jamaah yang dirahmati Allah,

Hari ini kita masih mendengar azan. Hari ini kita masih bisa berwudhu. Hari ini kaki kita masih bisa melangkah. Hari ini lisan kita masih bisa istighfar. Hari ini hati kita masih bisa tersentuh oleh nasihat.

Jangan tunggu panggilan kematian untuk menyesal karena sering menunda panggilan azan. Jangan tunggu hari kebangkitan untuk sadar bahwa shalat, taubat, sedekah, dan amal saleh adalah bekal yang paling kita butuhkan.

Bila azan memanggil, jawablah dengan shalat.
Bila hati gelisah, jawablah dengan dzikir.
Bila dosa terasa banyak, jawablah dengan taubat.
Bila hidup terasa singkat, jawablah dengan amal saleh.

Sebab panggilan Allah hari ini adalah rahmat sebelum datang panggilan yang tidak bisa ditolak.

Orang yang beruntung bukan orang yang paling banyak memiliki dunia, tetapi orang yang ketika dipanggil Allah, ia datang dengan hati yang tunduk dan amal yang diterima.

Penutup Muhasabah

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Setiap hari azan memanggil kita. Suatu hari kematian akan memanggil kita. Dan kelak hari kebangkitan akan memanggil kita semua. Maka jangan lalai. Jangan terlalu lama menunda. Jangan biarkan panggilan dunia lebih cepat kita jawab daripada panggilan Allah.

Jawablah azan sebelum kematian memanggil.
Perbaikilah shalat sebelum dishalatkan.
Bertaubatlah sebelum pintu amal tertutup.
Kumpulkan bekal sebelum hari kebangkitan datang.

Semoga panggilan terakhir kita menjadi panggilan husnul khatimah.

Semoga Allah menjadikan kita hamba yang menjaga shalat, melembutkan hati kita untuk menjawab panggilan-Nya, menerangi kubur kita, menerima taubat kita, dan membangkitkan kita kelak bersama orang-orang yang diridhai-Nya.

Khutbah Kedua

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَصَلَّى وَسَلَّمَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ، فَقَالَ:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُجِيبِينَ لِنِدَائِكَ، الْمُحَافِظِينَ عَلَى صَلَاتِكَ، وَاغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، وَنَوِّرْ قُبُورَنَا، وَيَسِّرْ حِسَابَنَا، وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ.

Semoga Bermanfaat bagi Ummat

SIPULANA Digital Khutbah Kit