Preview Image
Dakwah & Keilmuan Umum

Gurindam Amanah dan Kebijaksanaan dalam Pengabdian

10 Jan 2026, 13:17 Habib 71 Dibaca
Gurindam Amanah dan Kebijaksanaan dalam Pengabdian

Alhamdulillah, segala puji dan syukur dipersembahkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dari-Nya cahaya ilmu dipancarkan, dengan-Nya hati yang gelap diterangkan. Amanah dijunjung setinggi langit, adat dipelihara sedalam laut, syarak dijaga sepanjang hayat, supaya hidup berpedoman dan kerja tidak kehilangan tujuan. Petuah orang bijak sejak dahulu kala menjadi warisan yang tidak lapuk oleh hujan dan tidak lekang oleh panas, menjadi penuntun bagi mereka yang berjalan di jalan pengabdian. Maka dari segala hikmah yang terhimpun, patutlah direnungkan dengan hati yang bening bahawa:

Jika kebijaksanaan dijadikan penimbang langkah, keputusan tidak lahir dari emosi sesaat, tetapi dari pertimbangan yang matang.
Jika kesabaran dilatih dalam keadaan sempit, kelapangan hati akan hadir saat ujian datang bertubi-tubi.
Jika kerendahan hati dijaga dalam keberhasilan, kepercayaan orang lain tumbuh tanpa perlu diminta.
Jika kegigihan mengalahkan rasa malas, hasil baik akan menyusul walau perlahan jalannya.
Jika adab menjadi pakaian dalam pergaulan, perbedaan tidak melahirkan permusuhan, tetapi saling pengertian.
Jika kebenaran disampaikan dengan cara yang lembut, nasihat lebih mudah diterima dan tidak melukai perasaan.
Jika kejujuran dipilih meski terasa berat, hati menjadi ringan dan hidup terhindar dari kegelisahan.
Jika kesalahan disadari sebelum disesali, perbaikan dapat dimulai tanpa menunggu waktu lama.
Jika ilmu digunakan untuk memberi manfaat, kecerdasan menjadi cahaya, bukan sekadar kebanggaan diri.
Jika kepandaian diiringi dengan kebijaksanaan, kata-kata menjadi penyejuk, bukan pemantik perselisihan.
Jika amanah dijalankan meski tanpa pujian, nilai kebaikan tetap tercatat walau tidak terlihat.
Jika kepercayaan orang lain dijaga sepenuh hati, hubungan menjadi kuat dan kerja sama kian bermakna.
Jika waktu dipergunakan dengan penuh kesadaran, hari-hari terisi manfaat dan penyesalan dapat dihindarkan.
Jika kesederhanaan dijadikan prinsip hidup, rasa cukup mengalahkan keinginan yang tak bertepi.
Jika kesungguhan dipelihara hingga akhir, pekerjaan terselesaikan dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.
Jika kritik diterima sebagai cermin diri, pribadi bertumbuh dan kesalahan tidak berulang.
Jika pujian tidak membuat lupa daratan, akal tetap jernih dan hati tetap waspada.
Jika kegagalan dihadapi dengan keteguhan iman, harapan tidak padam dan semangat tetap menyala.
Jika keberhasilan disyukuri tanpa berlebihan, nikmat terasa cukup dan hidup lebih menenangkan.
Jika hidup dijalani dengan tujuan yang jelas, langkah tidak mudah goyah walau godaan datang silih berganti.
Jika setiap perbuatan disandarkan pada niat yang baik, kebaikan akan kembali meski tidak segera terlihat.
Jika pengabdian dilakukan dengan penuh kesadaran, pekerjaan terasa bernilai dan diri merasa dibutuhkan.
Jika manusia mau belajar dari pengalaman, hidup menjadi guru yang menuntun ke arah kebijaksanaan.
Jika tujuan akhir selalu diingat dalam setiap langkah, pilihan hidup lebih terjaga dan hati tidak mudah tersesat.
Jika kebaikan terus ditanam walau kecil nilainya, ia akan tumbuh menjadi manfaat besar di kemudian hari.
Jika hidup dimaknai sebagai ladang berbuat baik, setiap hari menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri.
Jika akhir kehidupan dijadikan pengingat, manusia lebih berhati-hati dalam berkata dan bertindak.
Jika keberadaan diukur dari manfaat bagi sesama, hidup menjadi bermakna meski tanpa banyak sorotan.

Oleh sebab itu, jadikanlah setiap langkah sebagai ibadah, setiap kata sebagai nasihat, dan setiap tindakan sebagai amanah. Agar tertata urusan dunia, terpelihara keharmonisan masyarakat, teguh sendi kehidupan bersama, dan di akhirat kelak beroleh keridaan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Bagikan Artikel Ini:

Artikel Terkait